Meskipun demikian, surplus diproyeksikan akan menurun seiring dengan tingginya impor.
Konsensus memproyeksi bahwa ekspor masih akan tumbuh 6,07 persen year on year (yoy), sementara impor juga naik 6,36 persen (yoy) pada November 2024.
Data Bursa Saham
Sementara itu, Wall Street ditutup stabil dan hampir tidak berubah pada Jumat (13/12). Namun indeks bursa Amerika Serikat (AS) ini sedikit melambat pada sesi sebelumnya, setelah rilis data ekonomi AS yang kurang memuaskan jelang pertemuan Bank Sentral AS atau The Fed pada pekan ini.
Indeks Dow Jones Industrial Average (DJI) tercatat turun 86,06 poin atau 0,20 persen ke level 43.828,06, indeks S&P 500 hampir turun 0,16 poin atau 0,00 persen ke level 6.051,09, indeks Nasdaq Composite naik 23,88 poin atau 0,12 persen ke posisi 19.926,7.
Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain, indeks Nikkei menguat 75,36 poin atau 0,19 persen ke level 39.545,80, indeks Shanghai menguat 1,62 poin atau 0,05 persen ke posisi 3.393,50, indeks Kuala Lumpur melemah 3,35 poin atau 0,21 persen ke posisi 1.605,40, dan indeks Straits Times menguat 6,06 poin atau 0,16 persen ke 3.817,21.***



