Keuangan

Hingga Akhir April, 160.000 Kendaraan Bermotor di Banten Lunasi Pajak

×

Hingga Akhir April, 160.000 Kendaraan Bermotor di Banten Lunasi Pajak

Sebarkan artikel ini
samsat ciputat
Antrean kendaraan roda dua membayar PKB di Samsat Ciputat (Ist)

KITAINDONESIASATU.COM-Sejak diberlakukan program pemutihan pajak 10 April hingga akhir April 2025 tercatat 160.000 kendaraan bermotor di Banten telah melunasi Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). Jumah tersebut terdiri dari 29.000 kedaraan roda empat dan 131.000 kendaraan roda dua.

Dengan dibayarnya PKB tersebut, Badan Pendapatan Daerah ( Bapenda) Provinsi Banten meraup  Rp 237,59 miliar.

Deden Ariandhi, Plt Kepala Bapenda Provinsi Banten,  mengatakan, 12 Samsat di Banten telah menghimpun sekitar Rp 237,59 miliar selama masa pemutihan tunggakan pajak sejak dibuka pada 10 April hingga akhir April 2025.

“Pada sistem kami, hingga 29 April sudah mencapai pendapatan sebesar Rp 237 miliar sekian,” kata Deden, kemarin.

Dana dari program pemutihan pajak sampai akhir April, penyumbang terbesar yaitu kendaraan roda empat yakni Rp 175 miliar  atau 29.000 unit dan roda dua sebesar Rp 61 miliar untuk pembayaran 131.000 unit. “Itu pendapatan yang dihimpun melalui 12 Samsat kabupaten/kota di Banten,” ungkap Deden.

Deden menghimbau kepada para wajib pajak untuk segera memanfaatkan program pemutihan pajak kendaraan bermotor. “Hingga hari ini, dari total 2,3 juta unit kendaraan yang menunggak pajak, sudah sekitar 200.000 unit yang melakukan pembayaran. Artinya ada sekitar 10 persen sudah memenuhi kewjibannya dalam membayar pajak,” ujarnya.

Untuk Samsat yang paling besar konstribusinya yaitu Samsat Ciputat, Cikokol, dan Kelapa Dua. “Samsat Ciputat mencapai Rp 33,09 miliar, diikuti Samsat Cikokol sebesar Rp 32,81 miliar, dan Samsat Kelapa Dua Rp 34,74 miliar,” ungkap Deden.

“Modus realisasi terbagi berdasarkan jenis kendaraan dan tahun jatuh tempo. Untuk PKB, roda empat menyumbang Rp 122,12 miliar dan roda dua Rp 35,10 miliar. Sedangkan BBNKB roda empat tercatat Rp 53,61 miliar dan roda dua sebanyak Rp 26,74 miliar,” kata Deden.

Deden mengakui pihaknya kekurangan sumber daya manusia (SDM). Meski demikian petugas tetap melayani warga yang hendak bayar pajak hingga nomor antrean terakhir dilayani. “Meskipun ada keterbatasan pegawai yang melayani warga, petugas masih melakukan pelayanan hingga pukul 02.00 dini hari. Paling cepat kawan-kawan selesai melayani sekitar jam 21.00 dan kembali melayani jam 07.00,” katanya. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *