KITAINDONESIASATU.COM – Dolar AS menguat terhadap mata uang asing lain termasuk rupiah pasca Donald Trump menang dalam Piplres AS tahun ini.
Bahkan sebelum dipastikan menang, Indeks dolar AS sudah menguat karena Donald Trump unggul atas Kamala Harris dalam perhitungan sementara.
Tercatat Indeks dolar AS naik ke level 104,7 pada perdagangan hari Rabu 6 November 2024, atau naik ke level tertinggi sejak 24 Juli 2024. Hal ini menunjukkan penguatan dolar AS terhadap mata uang utama lainnya.
“Investor global bereaksi terhadap hasil awal pemilihan presiden AS, di mana Trump menang atas Harris. Perlombaan sebagian besar berlangsung sesuai perkiraan, dengan hasil sekarang bergantung pada tujuh negara bagian utama,” ujar ekonom senior Bank Mandiri Reny Eka Putri.
Ia mengatakan bahwa dolar AS saat ini menguat karena pasar merespons hasil awal pemilu AS, dan selera risiko tetap rendah yang dipengaruhi oleh prospek pemangkasan suku bunga Federal Reserve yang tidak terlalu agresif.
Selain itu, menurut dia, investor juga fokus pada kendali Kongres, karena hasilnya dapat memiliki implikasi signifikan terhadap pengeluaran dan kebijakan pajak di masa mendatang. Kebijakan Trump akan mengontrol ketat terkait masalah tarif, perdagangan, dan imigrasi.
Dalam beberapa pekan terakhir, dolar AS telah didukung oleh hal yang disebut sebagai “perdagangan Trump,” karena kebijakan ekonominya sering dianggap inflasioner.



