KeuanganOpini Kita

Biaya Hidup yang Terus Meningkat, Negara Tidak Bisa Terus Berlindung di Balik Stabilitas Makro

×

Biaya Hidup yang Terus Meningkat, Negara Tidak Bisa Terus Berlindung di Balik Stabilitas Makro

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Biaya Hidup
Ilustrasi: Biaya Hidup

KITAINDONESIASATU.COM – Tekanan biaya hidup yang semakin terasa di tengah masyarakat seharusnya menjadi alarm serius bagi negara. Kenaikan harga kebutuhan pokok, ongkos transportasi, biaya pendidikan, hingga layanan kesehatan terjadi secara bertahap namun konsisten. Sementara itu, peningkatan pendapatan masyarakat tidak selalu berjalan seiring. Kondisi ini membuat daya beli rumah tangga semakin tertekan, terutama bagi kelompok berpendapatan rendah dan menengah yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian.

Selama ini, pemerintah kerap merespons lonjakan harga dengan pendekatan jangka pendek. Operasi pasar, bantuan sosial tambahan, dan subsidi temporer menjadi langkah yang hampir selalu diulang. Kebijakan semacam ini memang mampu meredam gejolak dalam waktu singkat, namun tidak menyentuh persoalan mendasar. Ketika solusi yang diambil bersifat reaktif dan situasional, maka masalah yang sama akan terus muncul dalam siklus yang berulang.

Sebagian besar masyarakat menilai, persoalan biaya hidup tidak dapat dilepaskan dari struktur ekonomi yang belum sepenuhnya berpihak pada keadilan sosial. Ketergantungan pada impor bahan pangan, distribusi yang tidak efisien, serta ketimpangan akses ekonomi antarwilayah menjadi faktor yang selama ini kurang disentuh secara serius. Akibatnya, setiap gangguan kecil pada rantai pasok langsung berdampak pada harga di tingkat konsumen.

Di sisi lain, sektor informal yang menyerap jutaan tenaga kerja masih berada dalam posisi rentan. Minimnya perlindungan sosial dan kepastian pendapatan membuat kelompok ini sangat sensitif terhadap kenaikan harga. Ketika negara gagal memperkuat jaring pengaman sosial secara menyeluruh, maka beban penyesuaian ekonomi sepenuhnya ditanggung oleh masyarakat.

Baca Juga  Analisis Ekonom dan Masalah Kepemimpinan Indonesia

Pemerintah kerap menampilkan data makro-ekonomi yang menunjukkan stabilitas dan pertumbuhan. Namun, angka-angka tersebut tidak selalu mencerminkan realitas di tingkat rumah tangga. Stabilitas makro tidak otomatis berarti kesejahteraan mikro. Jurang antara narasi kebijakan dan pengalaman hidup masyarakat inilah yang perlu segera dijembatani.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *