Keuangan

BI Proyeksikan Kurs Rupiah Ke Depan Akan Stabil, Ini Faktor Pendukungnya

×

BI Proyeksikan Kurs Rupiah Ke Depan Akan Stabil, Ini Faktor Pendukungnya

Sebarkan artikel ini
Lembaran mata uang rupiah.
Ilustrasi lembaran uang rupiah. (Pixabay/IqbalStock)

KITAINDONESIASATU.COM – Bank Indonesia (BI) memproyeksikan nilai tukar atau kurs rupiah ke depan akan stabil.

Hal itu terutama didukung oleh prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tetap baik dan rendahnya inflasi.

Demikian disampaikan oleh Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dalam konferensi pers Hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI Oktober 2024 di Jakarta, Rabu 16 Oktober 2024.

“Ke depan, nilai tukar rupiah diprakirakan stabil sejalan dengan menariknya imbal hasil, rendahnya inflasi, dan tetap baiknya prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia, serta komitmen Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas perekonomian,” tuturnya.

Baca Juga  PELUANG EMAS! BCA Syariah Bandung dan Sekitarnya Gelar Loker Terbaru, Minat?

Perry menjelaskan, seluruh instrumen moneter akan terus dioptimalkan, termasuk penguatan strategi operasi moneter pro-market melalui optimalisasi instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), Sekuritas Valas Bank Indonesia (SVBI) dan Sukuk Valas Bank Indonesia (SUVBI) untuk memperkuat efektivitas kebijakan dalam menarik aliran masuk modal asing dan mendukung penguatan nilai tukar rupiah.

“Stabilitas nilai tukar Rupiah terjaga sesuai dengan komitmen kebijakan yang ditempuh Bank Indonesia,” ujarnya.

Nilai tukar rupiah hingga 15 Oktober 2024 melemah sebesar 2,82 persen (poin to poin/ptp) dari bulan sebelumnya. Pelemahan nilai tukar tersebut terutama dipengaruhi oleh peningkatan ketidakpastian global akibat eskalasi ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Baca Juga  Prediksi Harga Pi Network (PI) dari 2025 hingga 2050: Peluang Investasi atau Sekadar Hype?

Namun demikian, jika dibandingkan dengan level akhir Desember 2023, nilai tukar rupiah terdepresiasi hanya sebesar 1,17 persen, lebih baik dibandingkan dengan pelemahan peso Filipina, dolar Taiwan, dan won Korea yang masing-masing terdepresiasi sebesar 4,25 persen, 4,58 persen, dan 5,62 persen.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *