Meskipun demikian, tutur dia, ada peluang penurunan BI-Rate di akhir tahun seiring dengan adanya potensi bank sentral AS atau The Fed dalam memangkas suku bunga acuannya (Fed Funds Rate/FFR).
Kendati begitu, keputusan The Fed masih bergantung pada data perkembangan ekonomi AS terkait data ketenagakerjaan, inflasi, hingga arah kebijakan ekonomi Donald Trump ke depan.
Hal senada disampaikan ekonom Maybank Myrdal Gunarto.
Ia juga menilai BI akan menahan BI Rate di level 6 persen seiring kondisi global yang masih dipenuhi ketidakpastian, baik dari sisi pemerintahan baru AS maupun geopolitik di Timur Tengah dan Ukraina-Rusia.
“Pergerakan rupiah juga masih rentan, fluktuatif, seiring porsi investor asing di instrumen keuangan domestik,” ujarnya.***



