Ia mengharapkan BI menahan suku bunga di angka 6 persen dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada Januari 2025.
Dijelaskan penahanan suku bunga Bank Indonesia tersebut diperlukan untuk menopang rupiah yang masih berada di bawah tekanan sepanjang Desember 2024.
Begitupun pengamat pasar uang Ariston Tjendra yang menilai RDG BI yang digelar hari ini tidak banyak mempengaruhi nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
“Melihat pergerakan rupiah belakangan ini dan potensi ancaman perang dagang, BI mungkin tidak akan menurunkan suku bunganya pada RDG hari ini, dan mungkin tidak banyak mempengaruhi rupiah,” tuturnya.
Dia menilai bahwa ancaman perang dagang dan pelambatan ekonomi China masih membebani aset-aset berisiko, termasuk rupiah.
Di sisi lain, indeks dolar AS bergerak lebih rendah menjadi 109,23 dibandingkan Selasa pagi (14/1) yang sebesar 109,63.
Tekanan terhadap dolar AS disebabkan data inflasi produsen AS bulan Desember 2024 yang dirilis semalam di bawah ekspektasi pasar secara month to month (MoM), naik 0,2 persen dari sebelumnya 0,4 persen.***

