Tekanan juga datang dari “saudara kandung”-nya sendiri. Xiaomi YU7, SUV listrik yang meluncur Juni lalu, justru mencatat penjualan moncer. Pada November, YU7 terjual 33.729 unit, menjadi rekor tertinggi model tersebut dan favorit keluarga di China.
Untuk mengembalikan daya tarik SU7, versi facelift 2026 disebut akan membawa peningkatan signifikan, baik dari sisi perangkat keras maupun perangkat lunak. Mulai dari baterai yang lebih efisien, prosesor lebih kencang, hingga material interior yang lebih premium diyakini bakal disematkan.
Dengan harga yang kini sejajar Tesla Model 3, Xiaomi seolah ingin menegaskan bahwa teknologi mobil listriknya layak bersaing langsung dengan pemain global.
Ke depan, Xiaomi EV juga telah menyiapkan ekspansi besar dengan rencana meluncurkan tiga model baru, yakni SUV besar YU9, varian sporty YU7 GT, serta sedan panjang SU7 L. YU9 bahkan disebut berpotensi menjadi EREV pertama Xiaomi, menggabungkan baterai dan mesin bensin sebagai generator daya.***

