Inovasi

Sekilas Mirip, Ternyata Telur Fertil dan Telur Konsumsi Berbeda

×

Sekilas Mirip, Ternyata Telur Fertil dan Telur Konsumsi Berbeda

Sebarkan artikel ini
Telur
Telur ayam.

KITAINDONESIASATU.COM– Maraknya penjualan telur ayam pedaging bibit (fertil) di pasaran mendapat sorotan serius dari kalangan akademisi. Guru Besar Ilmu Ternak Unggas IPB University, Prof Niken Ulupi, menegaskan bahwa telur jenis tersebut tidak layak dikonsumsi maupun diperjualbelikan karena sifatnya yang mudah rusak dan berpotensi membahayakan kesehatan masyarakat.

“Telur fertil yang tidak memenuhi syarat untuk ditetaskan tidak boleh dijual di pasar. Kualitasnya rendah, masa simpannya pendek, dan mudah membusuk,” tegas dosen Departemen Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan, Fakultas Peternakan IPB University, Jumat 31 Oktober 2025.

Prof Niken menjelaskan, telur ayam pedaging bibit berbeda dengan telur konsumsi pada umumnya. Telur konsumsi yang beredar di pasaran berasal dari industri ayam petelur komersial, yang seluruh ayamnya adalah betina dan menghasilkan telur infertil tanpa pembuahan.

Baca Juga  Info Harga Pangan Hari Ini Kamis 7 November 2024, Harga Telur Ayam Naik

Adapun telur fertil dihasilkan dari ayam betina yang dibuahi pejantan, sehingga di dalamnya terdapat embrio. “Telur jenis ini membutuhkan penyimpanan bersuhu rendah. Jika dibiarkan pada suhu ruang, embrio dapat berkembang sebagian dan membuat telur cepat busuk,” terangnya.

Lebih lanjut, Prof Niken menuturkan bahwa tujuan pemeliharaan ayam memang berbeda. Ada yang untuk menghasilkan telur, ada pula yang khusus menghasilkan daging. Karena itu berkembang beragam galur ayam, baik ras maupun lokal.

Ayam petelur komersial dipelihara untuk menghasilkan telur konsumsi, sedangkan ayam pedaging komersial seperti broiler dipelihara khusus untuk daging. “Ayam broiler komersial hanya dipelihara singkat, sekitar lima minggu, lalu dipotong. Jadi ayam pedaging tidak sampai bertelur,” kata Prof Niken.

Baca Juga  5 Alasan Forum Aktivis Lintas Generasi IPB Dukung Atang-Annida di Pilwalkot Bogor 2024

Adapun ayam pedaging bibit (breeder broiler) dipelihara khusus untuk menghasilkan telur tertunas (fertil) yang ditetaskan menjadi bibit broiler komersial. “Telur-telur inilah yang disebut telur fertil, karena dihasilkan dari induk betina yang dibuahi pejantan,” sebutnya.

Meski kandungan gizinya (terutama protein dan asam amino esensial) tidak jauh berbeda, risiko kerusakan telur fertil lebih tinggi dibanding telur konsumsi. Oleh sebab itu, telur jenis ini tidak diperuntukkan bagi konsumsi masyarakat umum. Selain itu, Prof Niken menyebut, penjualan telur dari industri pembibitan juga dapat mengganggu stabilitas harga telur konsumsi di pasaran.

Baca Juga  Info Harga Pangan Nasional Hari Ini Kamis 5 Desember 2024, Telur Ayam Naik Jadi Rp28.370 per Kg

Sebagai panduan, Prof Niken mengurai perbedaan telur konsumsi dengan telur fertil. Keduanya dapat dibedakan dari warna kerabang, bentuk, serta penandaan pada cangkangnya. “Pemahaman ini penting agar masyarakat dapat memilih telur yang aman, bergizi, dan sesuai peruntukannya,” tutupnya. (Nicko)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *