KITAINDONESIASATU.COM – Blake Scholl, CEO Boom Supersonic, Amerika, telah berbicara tentang Overture sebagai penerbangan masa depan.
Ia menjanjikan penerbangan lebih cepat, lebih murah, dan lebih nyaman dengan penerbangan Pesawat Overture.
Bagaimana dia bisa mewujudkan rencana itu?
Berikut beberapa poin utama yang dia sebutkan, dia menegaskan projek Overture ini untuk membuka perjalanan di seluruh dunia lebih mudah, lebih cepat, lebih murah, dan lebih nyaman.
Pesawat supersonic Overture dapat terbang pada kecepatan Mach 1,7, yang berarti 1,7 kali kecepatan suara.
Ini lebih dari dua kali lipat kecepatan pesawat penumpang biasa.
Jarak penerbangan dari Los Angeles ke Sydney dapat ditempuh dalam 8 jam, sedangkan sekarang membutuhkan 14,5 jam. Penerbangan dari New York ke London hanya 3 jam.
Tentu pangsa pasar pesawat ini adalah konsumen premium business-class diharapkan menjadi kelompok pertama yang tertarik pada Overture.
Berapa harga tiket yang akan dikenakan?
Harga tiket Overture diperkirakan sekitar US$ 5.000 (£ 3,900) per kursi setara Rp 80 juta. Ini merupakan harga yang lebih rendah dibandingkan dengan Concorde, yang biasanya memerlukan harga tiket sekitar 10.000 Euro
Dengan harapan mendapatkan keuntungan besar dari harga tiket business class.
Boom Supersonic menggunakan bahan baru seperti komposit serat karbon dan teknologi aerodinamik untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi dampak lingkungan.
Mereka berencana untuk meningkatkan kecepatan dan mengurangi biaya dengan versi Overture yang lebih baru, sehingga dapat menjangkau lebih banyak rute dan penumpang dengan biaya lebih rendah.
Blake Scholl juga menekankan visi jangka panjang untuk membuat penerbangan lebih cepat, lebih terjangkau, dan lebih berkelanjutan, serta mengubah cara kita berpikir tentang jarak. *





