Perusahaan juga memanfaatkan sejumlah perjanjian perdagangan bebas, termasuk IJEPA, ATIGA, USDFS, dan IUAE-CEPA, untuk memperluas akses pasar.
Di balik pencapaian tersebut, ekosistem manufaktur nasional turut berperan. Kegiatan produksi TMMIN melibatkan sekitar 360.000 tenaga kerja dan didukung 760 pemasok dari Tier 1 hingga Tier 3.
Perkembangan ini memperlihatkan peluang Indonesia untuk memperkuat rantai pasok otomotif, termasuk teknologi elektrifikasi.
Namun, tantangan berikutnya adalah memastikan pertumbuhan ekspor diikuti peningkatan kemampuan industri lokal, penguasaan teknologi, serta nilai tambah bagi perekonomian nasional.
Dengan demikian, keberhasilan ekspor tidak hanya perlu diukur dari jumlah kendaraan yang dikirim ke luar negeri, tetapi juga dari seberapa besar manfaatnya bagi industri dan tenaga kerja Indonesia.(*)




