Otomotif

Segini Harga Mobil BMW Christiano Pangarapenta , Ada Kontroversi Pelat F jadi B

×

Segini Harga Mobil BMW Christiano Pangarapenta , Ada Kontroversi Pelat F jadi B

Sebarkan artikel ini
Segini Harga Mobil BMW Christiano Pangarapenta, Kontroversi Plat F jadi B
Segini Harga Mobil BMW Christiano Pangarapenta, Kontroversi Plat F jadi B

KITAINDONESIASATU.COM –  Ternyata segini harga mobil BMW yang dipakai Christiano Pangarapenta, mahasiswa UGM yang jadi terduga pelaku tabrakan maut di DIY. Selain, kejadiannya yang viral ada juga kontroversi pelat F yang berubah jadi B.

Insiden kecelakaan tragis yang terjadi pada Sabtu dini hari, 24 Mei 2025 di Jalan Palagan, Sleman, Yogyakarta, mengguncang publik, khususnya civitas akademika Universitas Gadjah Mada (UGM). Dua mahasiswa terlibat: Argo Ericko Achfandi (19), mahasiswa Fakultas Hukum UGM yang meninggal di lokasi kejadian, dan Christiano Pengarapenta Pengidahen Tarigan (21), mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM, yang diduga menjadi pengemudi mobil BMW dalam kecelakaan tersebut.

BACA JUGA : KRONOLOGI Christiano Pangarapenta Tabrak Lari Mahasiswa UGM hingga Tewas

Tragedi ini tak hanya menyorot aspek kemanusiaan, tapi juga memunculkan perhatian publik terhadap kendaraan mewah yang dikemudikan Christiano—BMW 320i yang diperkirakan bernilai antara Rp1 miliar hingga Rp1,2 miliar. Kecelakaan ini turut memicu perbincangan soal kemungkinan penggunaan pelat nomor palsu dan isu hukum yang menyertainya.

Baca Juga  Polytron G3 Jadi Pilihan Menarik Mobil Listrik Nasional!

Kronologi Kejadian Maut

Menurut laporan polisi, insiden terjadi sekitar pukul 01.00 WIB. Argo, yang mengendarai Honda Vario B-3373-PCG, hendak berputar arah ke selatan setelah pulang dari kegiatan kampus. Saat itu, mobil BMW 320i dengan nomor B-1442-NAC yang dikemudikan Christiano melaju kencang dari arah belakang. Karena jarak terlalu dekat, tabrakan tak terhindarkan. Motor Argo terpental, sementara mobil BMW menabrak Honda CRV yang terparkir.

BACA JUGA : Ayah Christiano Pengarapenta Disorot, Diduga Sewa Banyak Pengacara untuk Bela Anak dalam Kasus Kecelakaan Maut UGM

Akibat benturan hebat, Argo mengalami luka parah di kepala, wajah, dan tubuh, dan dinyatakan meninggal di tempat. Sedangkan Christiano selamat tanpa luka serius, namun mobil BMW miliknya mengalami kerusakan parah di bagian depan.

Baca Juga  Oktober 2025 Penjualan Mobil Listrik BYD di Eropa 2,5 Kali Lipat dari dari Penjualan Tesla

Sosok Argo Ericko

Argo adalah mahasiswa angkatan 2024 FH UGM asal Depok, Jawa Barat. Dikenal aktif dan ramah, ia terlibat dalam organisasi ALSA dan sempat menjadi fasilitator di FEB UGM. Kepergiannya mengejutkan banyak pihak, terlebih karena ia sedang meniti mimpi sebagai sarjana hukum. Ibunya, Meli, turut menyampaikan pesan haru dalam acara doa bersama di kampus UGM.

Siapa Christiano Pangarapenta?

Christiano merupakan mahasiswa Program Internasional Ilmu Ekonomi FEB UGM angkatan 2022. Sosoknya mencuat karena keterlibatannya dalam kecelakaan tersebut. Warganet berspekulasi bahwa ia berasal dari keluarga berada, bahkan dikaitkan dengan nama Setia Budi Tarigan, yang diduga menjabat sebagai direktur FIF Group. Namun informasi tersebut belum terverifikasi.

Baca Juga  SUV Terbaru BYD Great Tang Meluncur 5 Maret 2026, Ini Bocoran Spesifikasi dan Teknologinya

Ia juga tercatat sebagai anggota Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) UGM, namun keanggotaannya dinonaktifkan pasca-kecelakaan untuk menjaga kredibilitas organisasi.

Kontroversi Harga Mobil dan Pelat Nomor

Mobil BMW 320i putih yang dikendarai Christiano diperkirakan bernilai lebih dari Rp1 miliar. Tak hanya harganya yang jadi sorotan, dugaan penggunaan pelat nomor palsu juga memancing kemarahan publik. Di lokasi kejadian, mobil terlihat menggunakan pelat belakang berinisial F, namun saat diamankan di Polres Sleman, pelatnya berubah menjadi B-1442-NAC.

Pengecekan e-Samsat oleh warganet menemukan bahwa pelat F tidak terdaftar, sementara pelat B terdaftar di Banten dan sesuai dengan identitas BMW yang dimaksud. Hal ini menimbulkan dugaan adanya manipulasi pelat nomor. Polisi belum memberi keterangan resmi, namun menyebut penyelidikan masih berlangsung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *