Otomotif

Presiden Prabowo Dorong Penggunaan Mobil Maung Pindad untuk Kabinet dan Kepresidena

×

Presiden Prabowo Dorong Penggunaan Mobil Maung Pindad untuk Kabinet dan Kepresidena

Sebarkan artikel ini
Presiden Prabowo Dorong Penggunaan Mobil Maung Pindad untuk Kabinet dan Kepresidena
Presiden Prabowo Dorong Penggunaan Mobil Maung Pindad untuk Kabinet dan Kepresidena

KITAINDONESIASATU.COM – Presiden Prabowo Subianto menunjukkan dukungannya terhadap industri otomotif dalam negeri dengan menggunakan mobil Maung buatan PT Pindad sebagai kendaraan kepresidenan. Selain itu, Presiden juga mendorong para menteri di kabinetnya untuk menggunakan mobil Maung guna menunjang mobilitas kerja mereka.

Kendaraan kepresidenan yang digunakan adalah Maung MV3 Garuda Limousine, khusus diproduksi Pindad untuk Presiden dan Wakil Presiden. Mobil ini berwarna putih, berdesain maskulin dan eksklusif, serta dilengkapi proteksi tinggi, material berkualitas, dan fitur modern. Dengan bobot 2,95 ton, dimensi panjang 5,05 m, lebar 2,06 m, tinggi 1,87 m, dan long wheelbase, mobil ini menawarkan kenyamanan maksimal. Mesin Maung Garuda mampu menghasilkan tenaga hingga 202 PS/199 dk dengan transmisi otomatis 8 percepatan dan kecepatan maksimum 100 km/jam.

Presiden Prabowo berharap penggunaan Maung tidak terbatas hanya untuk kepresidenan atau kendaraan taktis TNI/Polri, tetapi juga untuk para menteri.

“Sebentar lagi saudara-saudara semua harus pakai Maung, saya ngak mau tahu,” tegasnya dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, dikutip dari akun YouTube Sekretariat Presiden.

“Mobil-mobil bagus pakai kalau libur saja. Ya pada saat saya nggak panggil kau boleh lah pakai mobil itu,” tambah Prabowo.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menyebut bahwa anggaran untuk membeli mobil Maung bagi menteri sebenarnya sudah tersedia. Namun realisasinya masih menunggu kesiapan produksi PT Pindad.

Baca Juga  Retreat Kabinet, Strategi Prabowo Minimalkan Ego Sektoral

“Tahun ini harusnya ada anggaran, tapi rupanya kapasitas PT Pindad belum cukup. Jadi anggarannya dikembalikan tahun ini,” jelas Purbaya. Ia menambahkan bahwa pencairan dana akan disesuaikan dengan kemampuan industri dalam memenuhi permintaan.

“Tergantung industrinya. Kalau saya kan targetkan uangnya ada. Tapi nanti kalau saya ikut campur ke industri, dibilang cawe-cawe. Tapi kami siap,” pungkas Purbaya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *