KITAINDONESIASATU.COM – Hydroplaning terjadi saat kendaraan meluncur tak terkendali di jalan basah.
Hal ini terjadi ketika air di depan ban terkumpul lebih cepat daripada berat kendaraan yang dapat mendorong air keluar dari jalan.
Tekanan air kemudian menyebabkan kendaraan terangkat dan meluncur di atas lapisan air tipis di antara ban dan jalan, yang menyebabkan pengemudi kehilangan kendali.
Hydroplaning terutama disebabkan oleh tiga faktor
Kecepatan kendaraan
Saat kecepatan kendaraan meningkat, daya cengkeram ban dan kemampuan mengendalikan kendaraan berkurang. Berkendara dengan kecepatan rendah saat cuaca basah.
Kedalaman air
Semakin dalam air, semakin cepat kendaraan kehilangan traksi di jalan. Tidak peduli seberapa dalam airnya, lapisan air yang tipis pun dapat menyebabkan hydroplaning.
Kedalaman alur ban
Penting untuk memeriksa alur ban sebelum berkendara, karena alur yang rendah atau tidak ada alurnya dapat menyebabkan ban mudah tergelincir. Jika kendaraan Anda mengalami aquaplaning.
Perlu seperti apa menghindari terjadinya hidroplaning, berikut hal yang perlu Anda ketahui:
Kurangi pedal gas
Kurangi pedal gas untuk memperlambat kendaraan hingga ban menemukan traksi.
Berbelok ke jalur selip
Berbelok ke jalur selip dapat membantu ban kendaraan menyelaraskan kembali dan mendapatkan kembali kendali.
Pastikan ban kembali menyentuh jalan
Saat selip, tunggu hingga ban kembali menyentuh jalan, lalu luruskan roda perlahan-lahan agar dapat mengendalikannya kembali.
Rem dengan lembut bila perlu
Rem secara normal apabila kendaraan mempunyai rem anti-lock dan pompa rem dengan lembut apabila pada kendaraan lama. **

