KITAINDONESIASATU.COM – Pasar mobil listrik bekas di Indonesia mengalami penurunan harga yang cukup tajam.
Dibandingkan kendaraan berbahan bakar bensin, nilai jual mobil listrik bekas diketahui turun lebih cepat dalam beberapa tahun pemakaian.
Dalam kurun waktu sekitar tiga hingga empat tahun, harga mobil listrik bekas bahkan bisa merosot hingga 50 persen dari harga barunya.
Kondisi ini membuat nilai depresiasi kendaraan listrik tergolong cukup tinggi di pasar otomotif Indonesia.
Penurunan harga tersebut banyak terjadi pada beberapa model yang sudah cukup lama beredar di Indonesia, seperti Wuling Air ev dan Hyundai Ioniq 5.
Munculnya Mobil Listrik Model Baru Jadi Salah Satu Penyebab
Salah satu faktor utama yang memicu turunnya harga mobil listrik bekas adalah hadirnya model baru dengan teknologi lebih canggih serta harga yang lebih kompetitif.
Strategi penjualan yang menawarkan diskon besar pada unit baru juga ikut memengaruhi nilai jual kendaraan bekas.
Kondisi ini membuat mobil listrik generasi sebelumnya sulit mempertahankan harga jual di pasar kendaraan bekas.
Faktor Baterai dan Garansi
Selain itu, kondisi baterai yang menurun seiring waktu juga menjadi pertimbangan bagi calon pembeli. Pada beberapa model, garansi baterai bahkan tidak berlaku lagi ketika kendaraan berpindah kepemilikan.

