Artinya, OpenAI tetap memperoleh pendapatan meskipun pengguna tidak berinteraksi langsung dengan iklan, sementara pengiklan memiliki keterbatasan dalam mengukur efektivitas kampanye mereka.
Pada tahap beta, OpenAI belum menyediakan platform iklan swalayan. Pengelolaan iklan masih dilakukan secara terbatas, meski perusahaan disebut tengah menyiapkan sistem yang memungkinkan pengiklan mengatur kampanye secara mandiri di masa mendatang.
Rencana iklan ini diumumkan bersamaan dengan peluncuran paket langganan ChatGPT Go seharga US$8 per bulan atau sekitar Rp124 ribu, yang tetap menampilkan iklan kepada penggunanya.
Iklan juga akan muncul pada layanan gratis. Namun, pengguna ChatGPT Plus (sekitar Rp310 ribu/bulan), ChatGPT Pro (sekitar Rp3,1 juta/bulan), serta pelanggan korporat dipastikan bebas dari iklan.
Kebijakan ini menandai perubahan besar dalam strategi bisnis OpenAI yang sebelumnya bertumpu pada langganan.
Langkah tersebut juga mencerminkan tekanan finansial perusahaan di tengah tingginya biaya operasional pusat data dan persiapan menuju penawaran saham perdana (IPO).***





