Inovasi

Kontroversi Adegan Akhir When the Phone Rings, Diduga Sebarkan Informasi yang Salah tentang Genosida

×

Kontroversi Adegan Akhir When the Phone Rings, Diduga Sebarkan Informasi yang Salah tentang Genosida

Sebarkan artikel ini
Kontroversi Adegan Akhir When the Phone Rings, Diduga Sebarkan Informasi yang Salah tentang Genosida
Kontroversi Adegan Akhir When the Phone Rings, Diduga Sebarkan Informasi yang Salah tentang Genosida

KITAINDONESIASATU.COM – Drama Korea When the Phone Rings menayangkan episode terakhirnya pada Sabtu (4 Januari 2025). Namun, adegan di penghujung cerita memicu kontroversi, hingga tagar “Izmael” menjadi tren di platform X (sebelumnya Twitter) karena kekecewaan netizen.

Drama Korea When the Phone Rings menghadirkan kontroversi setelah adegan terakhirnya diduga menyebarkan informasi yang salah terkait genosida. 

Pada episode 12, disebutkan serangan udara Paltima di Izmael yang menyinggung konflik Palestina-Israel, memicu kritik dari penonton. 

Netizen menduga narasi tersebut secara tidak langsung menuduh Palestina sebagai pihak penyerang. Konten ini tidak sesuai dengan novel aslinya, di mana cerita terjadi di lokasi fiktif Argan.

BACA JUGA : Nonton Drakor When the Phone Rings Eps 11 Sub Indo

Tagar “Izmael” pun menjadi tren di media sosial, dengan banyak pihak meminta klarifikasi dari MBC dan tim produksi. Hingga kini, belum ada tanggapan resmi, meskipun kecaman terus bermunculan.

Dalam adegan akhir tersebut, drama ini diduga menyinggung konflik Palestina-Israel, yang tidak ada dalam versi novelnya. 

Pada episode 12, Na You Ri (diperankan Jang Gyu Ri) membacakan berita tentang serangan udara Paltima di Izmael, di mana warga Korea diculik oleh kelompok militan bersenjata. Di sampingnya, Hong Hae Joo (diperankan Chae Soo Bin) menerjemahkan berita tersebut ke dalam bahasa isyarat.

Netizen menduga “Paltima” merujuk pada Palestina, dan “Izmael” mengacu pada Israel. Narasi ini memicu kekecewaan karena dianggap menuduh Palestina sebagai pihak yang melakukan serangan udara. 

Dalam novel aslinya, karakter Baek Sa Eon (Yoo Yeon Seok) memang menjadi negosiator untuk membebaskan warga Korea yang diculik, namun lokasi kejadian berada di Argan, bukan Izmael.

“Serangan udara Paltima berlangsung di Izmael, di mana warga negara Korea diculik oleh militan bersenjata. Sebagai tanggapan, pemerintah mendirikan Markas Besar Perlindungan di Kementerian Luar Negeri dan mengirim negosiator Baek Yu Yeon,” ujar Na You Ri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *