Inovasi

Kementan Pesan 100 Drone Penebar Benih untuk Kembangkan Smart Farming

×

Kementan Pesan 100 Drone Penebar Benih untuk Kembangkan Smart Farming

Sebarkan artikel ini
kementan
Drone Penabur Benih , produk inovasi Universitas Hasanuddin Makassar dipamerkan pada Innovation Day 2024, Sabtu (21/12/2024). (Fit)

Prof. Adi Maulana mengungkapkan jika kemudian kinerja 100 drone itu dinilai efektif dan efisien, maka akan ada pengembangan menuju ke 1.000 drone.

Drone Penabur Benih ini sendiri memiliki tiga keunggulan, yakni pengaturan jarak tanam benih yang sesuai dengan kebutuhan, benih ditanam dengan kedalaman yang tepat, serta efisiensi waktu.

Diakui Prof. Adi, pertanian modern (smart farming) yang dikembangkan Kementan itu menggunakan banyak teknologi dan tidak menggunakan tenaga manusia lagi, sehingga produk inovasi Unhas berupa Drone Penabur Benih dinilai Kementan sebagai sebuah inovasi.

“Ini dianggap oleh Kementerian Pertanian sebuah inovasi, tentu saja berbasis teknologi, sehingga Kementerian Pertanian kemudian menggandeng Unhas untuk kemudian mengembangkan, menyediakan turunan ini untuk kebutuhan pemenuhan konsep atau program Smart farming yang sekarang digalakkan oleh pemerintah,” sebutnya.

Dalam memenuhi permintaan Kementerian Pertanian akan Drone Penabur Benih, Prof. Adi menjelaskan jika pihaknya akan melibatkan mahasiswa untuk mengetahui proses bisnis suatu produk.

“Kita mencoba untuk membangun sebuah ekosistem bisnis. Ini sudah sangat penting bagi mahasiswa yang terlibat. Untuk mengetahui proses bisnis suatu produk, sampai kemudian sampai hilirisasi, bisa dimanfaatkan, mempunyai nilai tambah,” jelasnya.

Drone Penabur Benih ini telah melalui serangkaian uji coba khususnya di daerah Pattalassang Kabupaten Gowa.

Para petani padi yang lahannya menjadi lokasi uji coba mengaku sangat puas terhadap performa drone tersebut, lantaran hasil panen yang didapatkan hampir sama bahkan terdapat keunggulan karena tidak lagi menggunakan tenaga manusia.

Pengembangan drone itu sendiri selain untuk menebar benih, juga dikembangkan untuk menebar pupuk dan dikembangkan pula untuk tanaman sawit.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *