Inovasi

Kementan Pesan 100 Drone Penebar Benih untuk Kembangkan Smart Farming

×

Kementan Pesan 100 Drone Penebar Benih untuk Kembangkan Smart Farming

Sebarkan artikel ini
kementan
Drone Penabur Benih , produk inovasi Universitas Hasanuddin Makassar dipamerkan pada Innovation Day 2024, Sabtu (21/12/2024). (Fit)

KITAINDONESIASATU.COM -Kementerian Pertanian (Kementan) RI, memesan 100 Drone Penebar Benih yang merupakan produk inovasi dari Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar.

Nilai produksi satu buah Drone Penabur Benih senilai Rp150 juta, sehingga jika dikalkulasi total pemesanan itu mencapai Rp15 miliar.

Pemesanan itu sendiri merupakan tahap pertama dari rencana pengadaan lebih dari 1.000 Drone Penabur Benih.

Wakil Rektor Bidang Kemitraan, Inovasi, Kewirausahaan, dan Bisnis Unhas, Prof. Dr. Eng. Ir. Adi Maulana,. ST., M.Phil., mengatakan pihak Kementan telah memesan 100 unit Drone Penabur Benih di tahap pertama.

“Alhamdulillah sudah dalam tahap penyempurnaan dan nantinya pihak Kementerian akan memesan ke Unhas untuk tahap pertama mungkin ada 100 unit,” kata Prof. Adi Maulana di sela-sela acara Unhas Innovation Day 2024 di Atrium Mall Ratu Indah Makassar, Sabtu (21/12/2024).

Drone tersebut merupakan karya Dosen Departemen Teknik Mesin Unhas, Dr. Eng. Ir. Andi Amijoyo Mochtar, ST., Msc., yang menggabungkan drone sebagai media dengan sistem IoT ( internet of things) sebagai pengendali operasional. Sistem IoT memungkinkan drone beroperasi lebih efektif dan efisien dalam proses penaburan benih.

Drone ini akan memulai dengan penentuan titik start dan tujuan melalui perangkat lunak autopilot. Setelah itu, luas lahan yang ingin ditaburi benih akan ditentukan, dan drone akan menghitung waktu yang dibutuhkan untuk menyebarkan benih di lahan tersebut.

Semua proses ini dikendalikan melalui sistem IoT yang memungkinkan pengendalian jarak jauh dan pemantauan real-time.

Proses produksi drone pertanian tersebut, menggandeng PT Inovasi Benua Maritim (Inomar) yang merupakan Badan Usaha Milik Unhas. Perusahaan inilah yang nantinya akan melakukan bisnis proses ke Kementrian Pertanian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *