Namun, fitur ini tak lepas dari kontroversi.
Salah satu aspek paling dibicarakan adalah “mode pedas”, yang memungkinkan pengguna membuat video dengan konten sugestif meskipun tidak sampai mengandung ketelanjangan atau unsur seksual eksplisit.
Terkait hal itu, Musk bahkan sempat membagikan contoh video malaikat berpakaian minim yang dibuat lewat Grok Imagine, dan hal ini langsung memancing kritik dari sebagian pengguna.
xAI menegaskan bahwa sistem mereka tetap dibatasi dengan filter dan moderasi ketat. Namun, sebagaimana banyak fitur baru lainnya, beberapa pengguna awal tampak ingin menguji batas kemampuan dan kebijakan yang ada.
Di balik kontroversi itu, Grok Imagine juga ditujukan untuk penggunaan produktif: membantu bisnis membuat iklan visual, atau guru yang ingin menghidupkan pelajaran dengan animasi buatan AI.
Meski begitu, mengingat rekam jejak xAI dan Elon Musk yang kerap menuai sorotan tajam, banyak pihak mempertanyakan apakah fitur ini bisa dikendalikan dengan aman dan bertanggung jawab—terutama menyangkut mode pedas yang rawan disalahgunakan.***





