Inovasi

Google Diduga Perkuat Monopoli Lewat Kerja Sama AI dengan Samsung

×

Google Diduga Perkuat Monopoli Lewat Kerja Sama AI dengan Samsung

Sebarkan artikel ini
FotoJet 9 7
Google Diduga Perkuat Monopoli

KITAINDONESIASATU.COM – Google diketahui membayar jumlah yang sangat besar kepada Samsung agar aplikasi kecerdasan buatan Gemini dipasang secara bawaan di perangkat Galaxy.

Informasi ini muncul dalam sidang antimonopoli antara Google dan Departemen Kehakiman AS (DOJ), dan memicu kekhawatiran tentang potensi praktik monopoli, karena mirip dengan strategi kontroversial Google sebelumnya dalam mempertahankan dominasi mesin pencari.

Seperti yang sudah terjadi dengan Apple, di mana Google menggelontorkan miliaran dolar untuk menjadi mesin pencari default, perusahaan teknologi ini juga dilaporkan membayar Samsung sekitar $8 miliar antara tahun 2020 dan 2023 demi memprioritaskan Google Search dan Play Store di perangkatnya.

Baca Juga  AKU KAYA Ada 40 Akun FF Sultan Gratis Terbaru Masih Aktif Hari Ini 14 Juli 2025, Akses Via FB Google

Kini, dokumen persidangan menunjukkan bahwa Google kembali mengeluarkan dana besar setiap bulan untuk memastikan bahwa aplikasi Gemini AI terpasang secara default di seri Galaxy S24 dan kemungkinan perangkat selanjutnya hingga tahun 2028.

Kesepakatan ini juga mencakup pembagian pendapatan dari iklan Gemini dengan Samsung.

Meski nominal pasti tidak diungkapkan, pengacara DOJ, David Dahlquist, menyebut angkanya “sangat besar”.

Kolaborasi ini memungkinkan Samsung menawarkan fitur eksklusif Galaxy AI yang didukung oleh teknologi Google, sementara Google memanfaatkan platform Galaxy untuk mengembangkan dan menyebarluaskan Gemini AI.

Baca Juga  Cara Unduh dan Gunakan Peta Google Maps Secara Offline Tanpa Kuota

Namun, DOJ melihat kesepakatan ini sebagai perpanjangan dari pola monopoli Google, dengan memanfaatkan kekuatan di sektor pencarian untuk memperkuat posisinya di pasar AI.

DOJ khawatir hal ini akan menutup ruang inovasi dan pilihan konsumen.

Jika pengadilan memutuskan bahwa pengaturan semacam ini melanggar hukum, Google bisa dipaksa membatalkan kesepakatan tersebut atau bahkan melepas kepemilikan atas Chrome, langkah besar yang bisa mengguncang kemitraannya dengan Samsung serta peta persaingan teknologi AI secara global.-***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *