KITAINDONESIASATU.COM – Larangan penggunaan TikTok di Amerika Serikat (AS) sejak 19 Januari 2025 menciptakan tren unik di platform jual beli daring eBay. Sejumlah penjual menawarkan iPhone bekas yang masih memiliki aplikasi TikTok dengan harga fantastis, mulai dari ratusan juta hingga miliaran rupiah.
Kebijakan pemerintah AS ini memaksa Google Play Store dan Apple App Store menghapus TikTok dari platform distribusi mereka.
Contohnya, akun “dontosv0” di eBay menjual iPhone 15 Pro Max dengan TikTok seharga 10.000 dolar AS (sekitar Rp162 juta), sedangkan akun “samb_3320” menawarkan iPhone 16 Pro Max dengan aplikasi serupa seharga 25.000 dolar AS (sekitar Rp407 juta).
Penawaran tertinggi datang dari akun “smokeynbandit1” yang menjual iPhone 15 Pro dengan TikTok dan CapCut seharga 4,9 juta dolar AS (sekitar Rp80 miliar).
BACA JUGA : Membuat Video TikTok FYP
Fenomena ini mengingatkan pada kasus serupa di 2014, ketika smartphone dengan game Flappy Bird yang sudah dihapus oleh penciptanya, Dong Nguyen, dijual dengan harga fantastis.
Saat itu, perangkat dengan game Flappy Bird ditawarkan hingga 20.000 dolar AS (sekitar Rp245 juta). Pola ini menunjukkan prinsip ekonomi supply and demand: kelangkaan akses terhadap suatu aplikasi menciptakan spekulasi harga di pasar sekunder.
Namun, berbeda dari kasus Flappy Bird yang dihapus karena keputusan pribadi pengembangnya, larangan TikTok berasal dari kebijakan pemerintah AS.
ByteDance, induk TikTok, masih memiliki peluang beroperasi di AS jika menjual platform tersebut kepada entitas non-China, sesuai perpanjangan tenggat yang diberikan melalui instruksi Presiden Donald Trump.
Meski demikian, menurut laporan USA Today, dari sekitar 2.000 ponsel yang dilelang di eBay, sebagian besar tidak mendapat penawaran aktif. Penjualan hanya terjadi pada perangkat lama dengan harga 100 hingga 200 dolar AS, menimbulkan keraguan mengenai keseriusan pembeli, seperti halnya pada era Flappy Bird.





