KITAINDONESIASATU.COM – Upaya perusahaan teknologi mendorong adopsi kecerdasan buatan ke berbagai aspek kehidupan memang belum selalu mulus. Namun, ada satu sektor yang nyaris tak memerlukan dorongan sama sekali untuk menerima AI, yakni dunia pendidikan.
Selama ini, penggunaan AI oleh pelajar kerap diasosiasikan dengan praktik menyontek atau menulis tugas secara instan. Padahal, teknologi seperti Gemini justru menyimpan potensi besar yang jauh lebih konstruktif.
Kini, siswa yang tengah mempersiapkan ujian SAT dapat memanfaatkan Gemini untuk mengerjakan soal latihan, mengevaluasi performa mereka, dan mengidentifikasi kelemahan sebelum menghadapi ujian sebenarnya.
Gemini dikembangkan untuk membantu proses belajar, bukan menggantikannya. Google menyebutkan bahwa sistem AI ini mampu mengubah catatan kelas menjadi rangkuman belajar, menyusun kartu flash, hingga mengadakan sesi latihan yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing siswa.
Fitur terbaru bahkan memungkinkan Gemini menyusun simulasi tes SAT berkat kerja sama dengan The Princeton Review dan sejumlah perusahaan pendidikan terkemuka lainnya.
SAT sendiri merupakan salah satu tahapan krusial dalam proses pendaftaran perguruan tinggi di Amerika Serikat.




