Banyak generasi Z yang menggunakan tagar ini karena mereka berada di fase memasuki dunia kerja.
Dengan semangat dan antusiasme yang tinggi, mereka sering kali terhalang oleh minimnya lowongan dan kesempatan, yang menyebabkan rasa frustrasi.
Menggunakan tagar #DESPERATE bisa menjadi cara untuk menarik perhatian dan menunjukkan tekad serta semangat kerja.
Namun, tren ini juga memiliki sisi negatif. Tagar tersebut bisa berisiko bagi pemilik akun jika perusahaan menganggapnya sebagai tanda keputusasaan, kurang profesionalisme, dan mudah menyerah.





