KITAINDONESIASATU.COM – Banyak pengguna Telkomsel sering menerima SMS dari nomor 5111 berisi promo internet, paket darurat, atau notifikasi langganan konten. Tak sedikit yang kaget karena pulsanya tiba-tiba berkurang setelah mendapat pesan ini. Lalu, sebenarnya 5111 itu resmi atau penipuan?
Telkomsel menegaskan bahwa 5111 adalah short code resmi, bukan nomor palsu. Melalui nomor ini, pelanggan mendapat penawaran paket darurat maupun promo tertentu.
Namun, pelanggan bisa tanpa sadar terdaftar layanan berbayar jika membalas SMS dengan perintah tertentu, seperti “YES” atau “YA”. Inilah yang sering membuat pulsa seolah hilang.
Ada beberapa penyebab pulsa berkurang, seperti menyetujui paket darurat, berlangganan Value Added Service (VAS) seperti NSP atau kuis berbayar, hingga tanpa sengaja mengaktifkan layanan lewat tautan atau SMS promo.
Paket darurat akan otomatis lunas setelah isi ulang, tetapi layanan berlangganan harus dihentikan manual.
Cara Stop
Jika pulsa Anda sering “tersedot”, ikuti jalur resmi berikut:
1. Via UMB 726#
2. Via UMB 5007# Ketik 5007# → lihat daftar SMS content aktif. Pilih layanan → STOP/UNREG. Alternatif: kirim SMS UNREG ke short code/ADN masing-masing 【Telkomsel】.
3. Via Aplikasi MyTelkomsel Buka aplikasi → menu Subscription/Langganan. Pilih layanan → klik Unsubscribe. Cocok untuk mengecek langganan digital (mis. Nada Sambung Pribadi).
4. Via Call Center 188 Hubungi 188, minta pemutusan semua langganan VAS/SMS content. Petugas bisa membantu melacak penagihan dan memblokir langganan.
5. Khusus Paket Darurat 5111 Paket darurat akan berhenti sendiri setelah pulsa dipotong (dilunasi). Untuk memastikan, tetap cek via *726# atau 5007#.
Apakah 5111 Termasuk Penipuan?
Jawaban : Tidak
Nomor 5111 adalah kanal resmi Telkomsel. Namun, yang membuat pelanggan merasa “ditipu” biasanya karena kurang memahami mekanisme berlangganan.
Pesan 5111 aman, tetapi bila Anda salah menekan atau menyetujui, otomatis dianggap opt-in pada layanan tertentu.
Jika tidak pernah merasa setuju, tapi pulsa tetap terpotong, segera lakukan pengecekan dengan *726# atau 5007#, lalu hubungi 188 untuk investigasi dan penghentian layanan. (*)





