“Kecerdasan seseorang tidak hanya diukur dari IQ, tetapi juga kemampuan mengelola emosi dan berempati,” jelasnya seraya mendorong mahasiswa untuk lebih peka terhadap kondisi teman-teman mereka dan tidak ragu untuk saling membantu.
Tragedi ini menjadi momentum bagi UIN Suka untuk mengevaluasi sistem dukungan psikologis bagi mahasiswanya.
Pihak universitas dikabarkan akan meningkatkan layanan konseling dan membentuk kelompok dukungan untuk mahasiswa yang mengalami tekanan.
Di akhir pesannya, Prof. Saifuddin memanjatkan doa untuk almarhum Abiyyu.
UIN Suka berencana mengadakan acara doa bersama sebagai bentuk penghormatan terakhir dan refleksi bagi seluruh warga kampus.***


