KITAINDONESIASATU.COM – Tragedi mengejutkan mengguncang civitas akademika Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga (UIN Suka) pekan ini. Seorang mahasiswa pascasarjana, Abiyyu Latif Nur Rahman, ditemukan tewas gantung diri di kediamannya.
Kejadian tersebut sontak memicu duka mendalam di kalangan akademisi dan mahasiswa.
Pihak kepolisian awalnya menduga kasus ini terkait masalah asmara, namun rekan-rekan dekat Abiyyu membantah spekulasi tersebut.
Muhammad Ilyas, yang dikabarkan sebagai orang terakhir yang bertemu korban, menegaskan bahwa dugaan tersebut keliru.
Menanggapi peristiwa tersebut, Prof. Dr. Saifuddin Zuhri, Kepala Program Studi (Kaprodi) Ilmu Al Qur’an dan Tafsir (IAT) Program Magister UIN Suka, menyampaikan pesan penting kepada seluruh mahasiswanya.
Dalam sebuah catatan yang dibagikan melalui grup WhatsApp, beliau menekankan pentingnya kepedulian dan dukungan antar mahasiswa.
“Kita semua membutuhkan sandaran di saat sulit. Mari jadikan diri kita sebagai individu yang peduli terhadap sesama,” ujar Prof. Saifuddin dalam pesannya.
Saifudin mengingatkan bahwa grup mahasiswa bukan sekadar wadah komunikasi, melainkan sebuah keluarga yang harus saling mendukung.
Prof. Saifuddin menggarisbawahi pentingnya kecerdasan emosional dalam menghadapi tekanan akademik.


