KITAINDONESIASASATU.COM – Kalahiran anak dari rahim seorang siswi di Desa Pecuk, Kecamatan Pakel, Kabupaten Tulungaung mengingatkan kita akan peningkatankehamilan usia pelajar di Tulungagung.
Ifada Nur Rohmaniah, M. Psi., Psikolog dari Biro Konsultasi Psikologi Ifada n Partners saat itu melontarkan ratusan anak usia belajar di Tulungagung yang hamil di luar nikah.
Fakta ini kembali terjadi adanya peristiwa melahirkan dari seorang siswi di toilet rumahnya, namun sayang bayi perempuan itu sudah meninggal dunia saat ditemuka.
Kapolsek Pakel AKP Retno Pujiarsih mengakui adanya laporan itu, bahkan pihaknya sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TK) di sekitar rumah orangtua siswi.
Polisi yang tiba di lokasi kejadian mendapati jenazah bayi dalam keadaan sudah dikafani dan hendak dimakamkan, namun polisi langsung bertindak.
Pristiwa itu menjadi perhatian darinya bersama tim Inafis yang langsung melakukan olah TKP di sekitar penemuan bayi tersebut, Senin (25/11/2024) malam.
BERITA LAIN TERKAIT TULUNGAGUNG: Bus Rem Blong di Jalan Tol, Guru Tulungagung Kehilangan Nyawa
Dari hasil pemeriksaan memang benar bayi ditemukan oleh keluarga, karena sang ibu bayi lama tidak keluar dari kamar mandi.
Namun setelah pintu kamar mandi didobrak mereka menemukan bayi tersebut di dalam kloset, dan ibu bayi dalam kondisi lemas.
“Mereka kemudian berteriak minta tolong dan datanglah bidan desa yang memeriksa kondisi banyi dinyatakan sudah meninggal,” kata AKP Retno Pujiarsih kepada wartawan di Tulungagung, Selasa (26/11/2024).
Menurut AKP Retno Pujiarsih saat bayi itu ditemukan di dalam closet kamar mandi ari-ari sang bayi masih menempel dengan sang bayi.
Kini polisi mengamankan barang bukti seperti tempat ari-ari pakaian dan sang banyi batal dimakamkan, di bawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan.
Sementara kasus ini pun kemudian dilimpahkan ke Unit Perempuan dan Anak (UPPA) Satreskrim Polres Tulungagung.
Realita
Sejak tahun lalu realitas kehamilan pada usia pelajar dilkatakan kian hari kian meningkat oleh seorang psikolog di Tulungagung.
Terkait masalah ini perlu penanganan khusus dan dibutuhkan keterlibatan sejumlah pihak untuk turut mengatasinya.
Ini realitas yang dihadapi para remaja, yang garus melibatkan berbagai pihak untuk matasi masalah serius ini,
Ifada Nur Rohmaniah mengatakan sebenarnya ini sudah bentuk dari ledakan psikologis tergolong extreem.
Karena ini telah melebihi dari peran sebagai remaja yang mereka juga belum pahami betul tentang apa yang dilakukan dan dialaminya.
“Namun kita tidak bisa menghakimi begitu saja atas kondisi yang mereka alami,” ungkapnya.
Reaksi kaget saja tidak cukup bagi keluarga atau pihak yang melihat realitas remaja kita, perlu berbagai pihak sangat dibutuhkan untuk menyelamatkan generasi penerus bangsa ini.
Memang secara perilaku dan kepribadian yang terlihat dipermukaan, dalam fenomena gunung es yang tak terlihat dan bergemuruh lebih besar di bawah.
“Perkembangan fisik remaja dengan aktifnya hormon seksual seiring dengan perkembangan anatomi fisik mengalami letupan libido alamiah,” ulasnya. **
