KITAINDONESIASATU.COM – Kasus pencurian sepera motor oleh anak di bawah umur perlu menjadi perhatian serius bagi kita semua.
Banyak faktor yang menyebabkan anak-anak melakukan tindakan mengambil barang milik orang lain, selain faktor keluarga juga lingkungan.
Seperti yang dialami oleh seorang anak berinisial Fn (13) warga Kecamatan Gresik tertangkap tangan mencuri sepeda motor di sebuah tempat parkir Ponpes Perum PPS, Desa Suci, Kecamatan Manyar Gresik, Jawa Timur.
Beruntung aksi pencurian itu gagal, karena warga dan keamanan Ponpes melakukan penangkapan yang kemudian menyerahkan ke polisi.
Jadwal Acara RCTI Sabtu, 15 Maret 2025: Andalkan MasterChef Indonesia S12 dan Preman Pensiun S9
Menurut infor masi FN diduga sudah beberapa kali melakukan pencurian di sejumlah lokasi seperti mencuri sepeda ontel dan pencurian kecil-kecil yang tidak tertangkap tangan.
Sedang pencurian sepeda motor sejauh ini pernah mencuri Honda Vario di Jl Topaz namun gagal, mengambil motor Beat di parkiran pondok serta mencuri kunci motor Vario di salah satu perumahan PPS.
Kanit Reskrim Polsek Manyar Ipda Saiful Rokhim menjelaskan pelaku terakhir kali mencuri pada Rabu, 5 Maret 2025 di Pondok Al Lail, Jl Topaz Perumahan PPS Gresik.
Layanan Samsat Keliling Surabaya Sidoarjo Akhir Pekan Sabtu, 15 Maret 2025
Saat itu FN dipergoki warga ketika hendak membawa kabur sepeda motor kemudian warga menangkap dan menyerahkan ke Polsek Manyar.
Namun setelah dilakukan pemeriksaan pelaku tidak ditahan dan dikembalikan kepada orangtuanya, selain Polisi berkoordinasi dengan Dinsos Gresik agar anak tersebut mendapat pembinaan.
“Karena korban tidak membuat laporan resmi, FN akhirnya diserahkan kembali ke keluarganya.” jelas Ipda Saiful.
Dari berbagai sumber yang dirangkum kasus anak-anak melakukan pencurian bisa disebabkan oleh berbagai faktor, baik dari dalam dirinya maupun lingkungan sekitarnya.
Beberapa kemungkinan penyebabnya antara lain:
Faktor Keluarga
Kurangnya perhatian atau kasih sayang dari orang tua, orang tua terlalu permisif atau sebaliknya, terlalu otoriter.
Masalah ekonomi yang membuat anak merasa harus mengambil sesuatu tanpa izin
Pengaruh Lingkungan
- Tekanan dari teman untuk membuktikan keberanian atau diterima dalam kelompok.
- Lingkungan yang tidak mendidik nilai moral dengan baik.
- Terpapar contoh buruk dari orang-orang di sekitarnya.
- Kurangnya pemahaman tentang moral dan konsekuensi
- Anak mungkin belum sepenuhnya memahami bahwa mencuri itu salah.
- Tidak tahu atau tidak peduli dengan dampak perbuatannya terhadap orang lain.
Rasa ingin memiliki sesuatu tetapi tidak mampu membelinya, faktor stres, frustrasi, atau perasaan ingin memberontak.
Gangguan kontrol impulsif yang membuatnya bertindak tanpa berpikir panjang, sehingga apa yang ia kehendaki begitu saja dia lakukan.
Kasus pencurian dilakukan anak, bisa saja karena terinspirasi oleh tontonan atau permainan yang mengagungkan tindakan kriminal.
Kurangnya edukasi dalam menggunakan media sosial dan internet secara bijak. **
