KITAINDONESIASATU.COM – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FISIP Unair mengumumkan pembekuan BEM dari pihak Dekan Unair sejak Jumat (25/10/2024).
“BEM Fisip Unair mendapatkan surel perihal pemberitahuan pembekuan BEM dari pihak dekanat pada Jumat, 25 Oktober pukul 16.13 WIB,” tulisnya akun resmi instagram @bemfisipunair.
Dijelaskan dalam unggahan itu, jika pembekuan ini buntut dari ungkapan ekspresi kekecewaan terhadap fenomena Pemilu 2024 yang dituangkan dalam karya seni satire.
Karya itu dalam berbentuk karangan bunga yang ditujukan untuk memberi ucapan selamat atas pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih Prabowo-Gibran yang di letakkan di halaman Taman Barat FISIP Kampus B Unair Surabaya.
“Janji dan komitmen kami di awal sejak struktural kabinet Panca Aksara terbentuk, yakni menciptakan kebermanfaatan untuk seluruh Civitas Akademika FISIP Unair,” tulisnya.
Selanjutnya dikatakan jika hal ini termasuk menumbuhkan jiwa kritis dan peka sosial kepada mahasiswa.
“Adapun janji kami hampir seluruhnya terwujud melalui puluhan program kerja dan agenda yang telah terlaksana dan sedang dilaksanakan.”
Di sisi lain diungkapkan sejak berita acara ini dirilis, belum ada proses diskusi lebih lanjut dengan Dekan FISIP perihal surat pemberitahuan pembekuan BEM.
“Kami sepakat untuk tidak menyerah untuk memproses keadilan bagi seluruh fungsionaris dan tetap melanjutkan perjuangan sampai waktu demisioner yang telah ditentukan,” tulisnya.
Dalam unggahan itu juga dijelaskan kronologi pemasangan bunga sejak Selasa (22/10/2024) pukul 15:00 WIB ditempatkan di Taman Barat Fisip Unair Kampus B, Jl Airlangga, Kota Surabaya.
Kemudian sekitar pukul 18:45 WIB karangan bunga itu ditarik karena hujan.
Dijelaskan pula bahwa karangan bunga tersebut adalah karya seni satire yang bertujuan untuk mengungkapkan ekspresi kekecewaan atas rentetan fenomena yang terjadi selama Pemilu 2024.
Lokasi karangan bungan ditempat yang strategis sehingga banyak mendapat perhatian dari para mahasiswa yang berdatangan untuk melihat dan mendokumentasikan.
Karangan bunya itu sempat viral di sosial media khususnya di X (Twitter) dan Tiktok dengan respon pro kontra dan dukungand dari mahasiswa.
Kemudian pada kamis (24/10/2024) pukul 22:25 WIB Presiden BEM FISIP Unair mendapat surat pemanggilan oleh Ketua Komisi Etik Fakultas, untuk mengklarifikasi kepemilikan karangan bunga.
Selanjutnya pada Jumat (25/10/2024) pukul 09:03 Presiden BEM FISIP Unair beserta Wakil dan Menteri Politik dan Kajian Strategis memenuhi panggilan Komisi Etik Fakultas di Common Room FISIP Unair.
Di dalam forum, komisi etik menyampaikan bahwa surat dari Dekan FISIP Unair meminta Klarifikasi pemasangan karangan bunga dari BEM FISIP.
Komisi etik menanyakan kepemiliki karangan bunga tersebut kepada pengrus BEM yang dikatakan jika itu adalah murni hasil inisiasi Kementerian Politik dan Kajian Strategis BEM FISIP Unair.
Intinya komisi etik hanya meminta penegasan bahwa karangan bunga tersebut adalah benar milik BEM FISIP Unair.
Kemudian di hari yang sama pada pukul 16:00 WIB BEM FISIP Unair mendapat surel yang dikirim melalui alamat email dekanat.
“Melalui surat No 11048/TBUN#.FISIP/KM.04/2024 BEM FISIP Unair dibekukan. Belum ada keterangan lebih lanjut maupun proses diskusi dari pihak Dekanat,” tulisnya.
Untuk informasi selengkapnya dapat diakses pada, bit.ly/pembekuanbemfisip. **
