Karakteristik wilayah pertanian di Gowa, yang mengandalkan air hujan sebagai pengairan utama, maka dibutuhkan embung atau long storage sebagai penyimpan air, sehingga dapat digunakan saat musim kemarau.
Sementara, proyek Damparit Benteng Somba Opu, rencana pembangunan Dam Parit dibatalkan, karena jaringan irigasi sekunder yang menyalurkan ke jaringan irigasi tersier tidak bisa mengaliri air sepanjang tahun.
“Sehingga pembangunan dam parit tidak dapat dimanfaatkan pada musim kemarau,” tuturnya.
Pada proyek RJIT Bonto Kassi, Galesong Selatan, Takalar, sama juga sawah petani mengalami kekeringan dan hanya mengandalkan irigasi pompa air dangkal hasil swadaya kelompok tani.
Hasil penelusuran tim di lapangan, didapatkan informasi bahwa tersumbatnya saluran tersier tersebut akibat adanya timbunan material bekas tambang galian C di Desa Sawakong yang menutup saluran irigasi sekunder, sehingga air dari DI Bisua tidak dapat mengalir ke irigasi tersier.
“Jalur irigasi sekunder tersebut dijadikan jalan untuk dilalui alat berat penggali tanah. Akibat tidak dibersihkan lagi setelah melakukan penggalian, saluran irigasi yang tertimbun material,” katanya.
Dalam 2 kegiatan diatas, Satgassus didampingi oleh Jajaran Pemda serta Kontraktor terkait, seperti proyek pembangunan RSUD Poso didampingi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Yoppy Soleman, Kepala Inspektorat beserta Jajaran.
Pelaksana kegiatan dari proyek tersebut, yakni PT Jaya Semanggi Enjiniring, dan Konsultan perencanaan adalah PT Pandu Persada.
Sedangkan di Kabupaten Gowa, didampingi Bupati Gowa Adnan Purichta, Wakil Bupati Gowa Abd. Rauf Malaganni, PJ Sekda-Abdul Karim Dania, Inspektorat Daerah Andi Azis Peter, Kadis PUPR-Rusdi Alimudin, Kadis Kesehatan-Abdul Haris Usman, serta PPK.

