Sekaitan itu, Kepala Satgassus Herry telah melaporkan berbagai kegiatan periode 2024. “Program pencegahan diprioritaskan terhadap 4 (empat) sektor, yaitu pelayanan publik, ketahanan pangan, ketahanan energi, dan penerimaan negara,” ucapnya.
Respons dari pihak kementerian/lembaga yang didampingi, ungkap Kasatgassus, sangat positif. Dari upaya pendampingan itu, satgassus juga akan mempersiapkan 2 buku terkait pencegahan korupsi.
“Terdapat 5 kajian yang dihasilkan dari dua buku tersebut,” tuturnya.
Kajian tersebut yakni kajian tata kelola distribusi pupuk subsidi, kajian pemulihan ekonomi nasional sektor infrastruktur pertanian, kajian/review tata kelola penyaluran bantuan langsung tunai, kajian tata kelola pemanfaatan sumur tua dan kebijakan penanganan illegal drilling serta kajian penerapan e-katalog dalam pengadaan crude oil/minyak mentah.
Ia menambahkan, ke depan program pencegahan tindak pidana korupsi akan terus ditingkatkan dengan melibatkan lebih banyak kementerian/lembaga.
Satgassus terbuka jika ada kementerian/lembaga yang ingin didampingi dalam program pencegahan antikorupsi diintansinya.
“Diharapkan penguatan antikorupsi akan memperkuat integritas pegawai K/L, mencegah terjadinya penyelewengan dan kerugian negara,” jelasnya. (Aris MP)

