Hukum

Ribuan Ikan Bawal Siap Panen Mati Mendadak, Petambak Banjarmasin Rugi Puluhan Juta

×

Ribuan Ikan Bawal Siap Panen Mati Mendadak, Petambak Banjarmasin Rugi Puluhan Juta

Sebarkan artikel ini
Ribuan ikan bawal siap panen di Banua Anyar Banjarmasin mati mendadak. (ist)
Ribuan ikan bawal siap panen di Banua Anyar Banjarmasin mati mendadak. (ist)

KITAINDONESIASATU.COM – Diduga terjadi kekurangan kandungan oksigen dalam air tambak ikan di Banua Anyar, Banjarmasin, yang menyebabkan kematian mendadak ribuan ikan bawal siap panen yang bernilai ratusan juta rupiah. Berdasarkan hasil uji laboratorium terhadap sampel air yang diambil, ditemukan penurunan kadar Dissolved Oxygen (DO) di air sungai. Hal ini disampaikan oleh Koordinator Penyuluh Perikanan Kota Banjarmasin, Rooslina, saat diwawancarai media setelah melakukan pengambilan sampel air di sekitar tambak ikan Banua Anyar.

“Kadar oksigen mengalami penurunan menjadi 3,1, padahal pada kondisi normal berkisar antara 4 hingga 8,” jelas Rooslina, Rabu (18/12/2024).

Selain itu, Rooslina juga menjelaskan bahwa terdapat peningkatan kandungan besi yang mencapai lebih dari 1, padahal untuk budidaya ikan, kandungan besi idealnya kurang dari 0,3. Ia juga mengungkapkan bahwa kandungan karbon dioksida meningkat hingga mencapai angka 30, sementara batas normalnya adalah di bawah 15 miligram per liter.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Banjarmasin, Yuliansyah Effendi, memperkirakan bahwa kematian ikan bawal tersebut disebabkan oleh turunnya kadar oksigen di air.

“Berdasarkan informasi yang kami terima, ikan-ikan tersebut terlihat seperti kekurangan oksigen. Hal ini bisa dipicu oleh beberapa faktor yang mempengaruhi kualitas air,” kata Yuliansyah.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, ribuan ikan milik petambak di Jalan Banua Anyar, Banjarmasin, mendadak mati pada Sabtu (14/12/2024) sore. Menariknya, yang mati hanya ikan bawal, sementara ikan jenis lain seperti patin dan toman tidak mengalami kematian. Akibat kejadian ini, para petambak ikan di kawasan tersebut mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah. (Anang Fadhilah/Yo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *