KITAINDONESIASATU.COM – Kematian ibu muda cantik asal Kabupaten Kediri, Anyk Mariyanni (36) yang jasadnya ditemukan di kawasan Cangar, Pacet, Kabupaten Mojokerto masih menyisakan teka-teki.
Namun kematian wanita beranak tiga ini diyakini oleh polisi meninggal akibat dibunuh, meskipun pelaku hingga sekarang juga belum berhasil diketahui.
Perempuan cantik warga Dusun Banjarjo, Desa Besuk, Kecamatan Gurah ini diduga meninggal karena wajahnya dihantam benda tumpul kemudian dibekap.
Tanda-tanda yang merujuk pada sejumlah luka di bagian wajah saat pertama kali ditemukan tergeletak di sisi timur jalur Cangar-Kota Batu.
Dari hasil olah TKP petugas kepolisian Mojokerto juga mendapati bekas bercak darah di area bibir Anyk.
Hal ini juga diperkuat dari keterangan dokter jika korban mati lemas karena kehabisan nafas, yang besar kemungkinan korban dibekap.
“Dari keterangan dokter kemarin, korban ini mati lemas. Kemungkinan besar kehabisan napas seperti itu (dibekap),” ungkap Kasatreskrim Polres Mojokerto AKP Nova Indra Pratama dilansir Rada Kediri, Selasa (17/9/2024).
Kasatreskrim belum bisa menyampaikan secara mendalam sebab kematian wanita ini, lantaran hasil autopsi dari rumah sakit belum keluar.
Sejauh ini hanya menduga kematian Anyk karena dibekap, namun belum tahu dibekap menggunakan benda apa.
Yang pasti dalam kematiannya itu tidak ada indikasi korban tewas keracunan, tidak ditemukan luka bekas tusukan atau sayatan benda tajam.
Kalau diracun tidak ada indikasi ke arah sana, kalau dianiaya ditusuk juga tidak ada tanda-tanda seperti itu, kemungkinannya ya mengarah kehabisan nafas.
Polisi juga belum bisa memastikan tempat kejadian pembunuhannya dilakukan dimana, namun Kasatreskrim meyakini jika kawasan Cangar, Pacet hanya lokasi pembuangan jasad korban.
Seperti diberitakan sebelumnya sosok jenazahnya ditemukan petugas Taman Hutan Raya (Tahura) di Desa Pacet, Kabupaten Mojokerto.
Saat ditemukan polisi menyebut jika kondisi korban terdapat luka di dahi serta darah yang memenuhi seluruh wajah.
Kasatreskrim Polres Mojokerto, AKP Nova Indra Pratama masih dalam proses penyelidikan dan dugaan sementara pembunuhan.
Sementara jenazah korban dimakamkan di TPU Desa Wonosari, Kecamatan Pagu, Sabtu (14/9/2024). **
