Hukum

Pendemo di Depan Gedung DPRD Lebak Dibayar Rp 1 Juta

×

Pendemo di Depan Gedung DPRD Lebak Dibayar Rp 1 Juta

Sebarkan artikel ini
demo lebak

KITAINDONESIASATU.COM-Kepala Satuan Reserse (Kasatserse) Polres Lebak menegaskan bahwa dua orang pengunjuk rasa yang berjalan anarkis di Gedung DPRD Lebak hingga menyebabkan satu orang anggota Satpol PP meninggal dunia mengaku dibayar oleh seseorang.

Kasat Reskrim Polres Lebak, AKP Wisnu Adicahya, mengatakan, nominal uang yang diberikan kepada pendemo bervariatif. “Ada yang diberi Rp 1 juta, ada juga yang diberi Rp 50.000 per orangan sesuai dengan tugasnya,” kata Wisnu kepada wartawan, Sabtu (12/10/2024).

Wisnu menjelaskan, kasus ini masih terus didalami dengan menggali keterangan dari beberapa orang saksi. Tidak menutup kemungkinan ada tersangka lainnya pada kasus ini. “Kami berkomitmen untuk bisa menangani semua perkara sampai ke akar-akarnya,” ujarnya.

Sementara itu, RM, salah seorang pelaku yang telah ditangkap oleh polisi mengaku jika dirinya yang bertugas sebagai orator dibayar sebesar Rp 1 juta oleh seseorang. “Untuk yang orator ada tiga orang dan dibayar Rp 1 juta,” kata RM saat berada di Polres Lebak.

Ia mengungkapkan, selain orator, untuk massa yang ikut demo dikasih uang sebesar Rp 50.000. “Kita semua ada yang nyuruh,” ujar RM yang enggan menyebut siapa yang membayar pendemo.

Seperti diberitakan, Paguyuban Masyarakat Peduli Lebak (PGML) melakukan demo di depan kantor DPRD Lebak pada 23 September lalu. Puluhan peserta aksi berdemo menolak Juwita Wulandari sebagai Ketua DPRD Lebak periode 2024-2029.
Penolakan ini diduga terjadi karena Juwita tidak masuk dalam usulan calon Ketua DPRD. DPC PDIP Lebak hanya mengusulkan tiga nama, yaitu Junaedi Ibnu Jarta, Dimas, dan Ijah Khodijah, untuk menjadi Ketua DPRD Lebak. Bahkan salah satu anggota Satpol PP Lebak Yadi Suryadi yang sudah 21 tahun menjadi pegawai honorer di Satpol PP, meninggal dunia di Rumah Sakit Hermina Tangerang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *