“Setelah pihak Indomobil Finance Indonesia memberikan somasi hingga ke 3 kepada Debitur, rupanya tidak ada itikad baik. Pada 11 Januari kemarin, PT Indomobil mengambil langkah terakhir dengan melaporkan ke Polda Banten,” tandasnya.
Menurut Rene Tarihoran, yang dilakukan SCB merupakan perbuatan melanggar hukum yaitu pelanggaran sanksi pidana UU Jaminan Fidusia, sesuai dalam Pasal 36 UU No. 42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia, ancaman hukumannya paling lama 2 tahun dan denda Rp 50 juta.
“Debitur berkewajiban membayar angsuran hingga lunas. Jika debitur mangkir membayar angsuran apalagi sampai mengoveralih tanpa ada izin tertulis maka debitur sudah melakukan wanprestasi dan melakukan perbuatan melanggar hukum,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Rere Tarihoran mengimbau kepada seluruh pelanggan atau debitur PT Indomobil Finance Indonesia agar memperhatikan dengan baik isi perjanjian pembiayaan.
“Nah, termasuk tanggal jatuh tempo pembayaran sehingga tidak terjadi keterlambatan pembayaran angsuran,” pungkasnya. (jm)


