KITAINDONESIASATU.COM – Koordinator MAKI (Masyarakat Anti Korupsi) Boyamin Saiman berharap setiap pengacara sebaiknya menjaga etika dan muruah saat beracara di pengadilan.
Boyamin mengatakan hal itu saat berkomentar soal ricuh Razman Nasution dan Hotman Paris di ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Utara baru-baru ini.
Selain itu, ia mengaku malu membahas soal ricuh dua pengacara di Pengadilan Negeri Jakarta Utara baru-baru.
“Aku sebenarnya malu membahasnya dan malu atas kejadian tersebut,” kata Boyamin menjawab pertanyaan kitaindonesiasatu.com soal keributan antara Hotman dan Razman, pada Senin (10/2/2025) di Jakarta.
Dia katakan, semestinya kehebohan di ruang sidang pengadilan tidak harus terjadi.
Karena tindakan tersebut bakal mencoreng profesi advokat dan juga menyangkut menjaga muruah pengacara.
“Soal etika, sudah saya tekankan kepada diri saya dan staf agar terus terjaga saat menjalankan profesi sebagai advokat,” tutur pengacara yang fokus menangani kasus-kasus hokum korporat ini.
Sementara itu, Komisi Yudisial (KY) meminta adanya penghormatan kepada pengadilan soal kericuhan yang melibatkan Razman Nasution dan Hotman Paris di ruang sidang.
Adapun kericuhan terjadi di Pengadilan Negeri Jakarta Utara pada Kamis (6/2). Sidang tersebut merupakan perkara pencemaran nama baik dengan Razman duduk sebagai terdakwa dan Hotman sebagai korban.
