“Artinya kondisi pertamax yang ada sudah bagus dan sudah sesuai dengan standar yang ada di Pertamina,” ucapnya.
Burhanuddin meminta agar masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi karena menurutnya saat ini stok BBM yang beredar sesuai standar.
Dalam pertemuan Jaksa Agung dan Direktur Utama PT Pertamina Simon Aloysius Mantiri, keduanya sepakat untuk terus mengawasi tata kelola minyak mentah Pertamina
“Sejak kasus korupsi impor minyak mentah ilegal, Pertamina mengalami kerugian sekitar lima persen,” tutur Simon Aloysius.
Kini, katanya, pihaknya telah melakukan uji rutin terhadap kualitas BBM Pertamina. Simon menjamin kualitas BBM saat ini telah sesuai standar spesifikasi.
Beberapa kesempatan lalu juga pihaknya sudah melakukan uji sampel bersama Lemigas di 75 tempat termasuk di Terminal Pertamina Pelumpang,.
Begitu juga di 33 SPBU yang tersebar antara lain di Jakarta, Depok, Bogor dan Tanggarang Selatan.
“Hasil dari pengujian itu menunjukkan adalah kualitas produk BBM Pertamina sudah sesuai standar spesifikasi teknis yang dipersyaratkan oleh Ditjen Migas Kementerian ESDM,” tuturnya.
Terkait perkara korupsinya, sejauh ini ada enam direksi sub holding PT Pertamina menjadi tersangka, dan tiga lainnya dari pihak swasta. Mereka yakni:
1. RS selaku Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga;
2. SDS selaku Direktur Feedstock and Product Optimization PT Kilang Pertamina Internasional;
