KITAINDONESIASATU.COM – Sebuah insiden tragis terjadi di salah satu SMP swasta di Kota Bogor, pada Senin, 21 Oktober 2024 lalu, ketika seorang murid berinisial MLI (14) diduga dianiaya oleh wali kelasnya sendiri, berinisial H. Akibatnya, MLI mengalami luka lebam di kepala dan wajah.
Orang tua korban, U (39), mengungkapkan bahwa ia telah melaporkan kejadian tersebut ke Polresta Bogor Kota pada Selasa, 22 Oktober 2024 kemarin.
Dalam pernyataannya, U mengungkapkan bahwa ejadiannya berlangsung sekitar pukul 11.30 menjelang salat Zuhur.
“Setelah mendapatkan informasi dari mantan istri saya, saya langsung menuju rumahnya dan mendapati MLI dalam keadaan terluka,” kata dia.
U menjelaskan bahwa saat itu, pihak sekolah mengantarkan MLI yang terluka dengan alasan bahwa korban terjatuh di kamar mandi. “Mereka mengatakan anak saya jatuh di tempat wudu, dan siap bertanggung jawab atas kejadian tersebut,” tambahnya, kepada kitaindonesiasatu.com.
Awalnya, U mempercayai keterangan pihak sekolah. Namun, setelah melihat perubahan drastis pada sikap MLI yang biasanya ceria, ia mulai meragukan penjelasan tersebut. “Anak saya terlihat sangat berbeda, dan saat saya bertanya, dia hanya menjawab bahwa dia jatuh,” ungkap U.
Keesokan harinya, dua teman MLI memberikan informasi mengejutkan. Mereka mengungkapkan bahwa MLI dijewer dan dipukul oleh wali kelasnya, H, hingga pingsan.
“Menurut teman-teman, MLI ditegur di depan kelas dengan kata-kata kasar, dan saat menjawab tidak mau mengulanginya lagi, dia dipukul hingga terjatuh,” jelas U.
Demi memberikan keadilan bagi anaknya, U merasa bersyukur karena MLI akhirnya mau bercerita tentang kejadian tersebut.


