Hukum

Dugaan Kekerasan di THM Kota Bogor: Antara Luka, Trauma dan Izin Usaha

×

Dugaan Kekerasan di THM Kota Bogor: Antara Luka, Trauma dan Izin Usaha

Sebarkan artikel ini
taman
Suasana di sekitar Tempat Hiburan Malam Papa Bears Bogor pascakejadian dugaan penganiayaan yang menyebabkan seorang pengunjung mengalami luka dan trauma. (Kis/ist)

Menanggapi hal tersebut, dikutif dari salah satu media online, Franky, perwakilan manajemen Papa Bears Bogor, membantah bahwa pihaknya terlibat langsung dalam insiden tersebut. Ia menyebut kejadian itu terjadi di luar jam operasional dan menyatakan bahwa oknum yang terlibat telah diberhentikan.

 “Kejadian terjadi setelah jam operasional selesai. Kami sudah mengambil tindakan tegas dengan memberhentikan orang-orang yang terlibat, mereka tidak lagi bekerja di sini,” ujar Franky saat dikonfirmasi, Rabu (12/11).

Franky menjelaskan, kejadian bermula dari keributan antara korban dengan pengunjung lain. Petugas keamanan disebut hanya berusaha melerai dan memindahkan korban ke area luar untuk meredam situasi. Namun, menurutnya, setelah itu korban kembali lagi bersama beberapa orang dan memancing adu fisik.

“Kami sudah pisahkan agar tidak ribut di dalam. Tapi korban balik lagi dengan teman-temannya, dan di situlah situasi memanas,” jelas Franky.

Terkait tudingan adanya “beking” dari pihak tertentu, Franky menegaskan bahwa hal itu tidak benar.

“Kami tidak punya beking apa pun. Justru pihak korban yang cepat sekali mendapat respons aparat. Dalam beberapa jam saja penyidik sudah datang,” ujarnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Polresta Bogor Kota sedang melakukan penyelidikan atas laporan tersebut. 

Publik berharap aparat kepolisian dapat mengusut kasus ini secara transparan dan menegakkan hukum tanpa pandang bulu, baik terhadap dugaan penganiayaan maupun kepatuhan izin usaha tempat hiburan malam tersebut. (Nicko)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *