Berita UtamaHukum

Anggota TNI Batam Keroyok Polisi, Dandim Minta Maaf

×

Anggota TNI Batam Keroyok Polisi, Dandim Minta Maaf

Sebarkan artikel ini
Pengeroyokan yang diduga melibatkan anggota TNI di Batam terekam CCTV.
Pengeroyokan yang diduga melibatkan anggota TNI di Batam terekam CCTV.

KITAINDONESIASATU.COM –  Viral di media sosial, anggota Polresta Barelang yang tengah berjaga di Pos Pengamanan, Simpang, Dam, Sei Beduk, dikeroyok oknum TNI berinisial AP bersama sejumlah warga. AP yang merupakan seorang Babinsa ditahan di sel akibat perbuatannya.

Dandim 0316 Batam Kolonel Roy Chandra Sihombing menyampaikan permohonan maaf atas peristiwa pengeroyokan itu. Menurut dia, ulah AP yang merupakan Babinsa di Koramil Lubuk Baja tidak mewakili institusi tapi pribadi.

“Yang bersangkutan kami cari dan diamankan serta ditahan di sel. Kami tidak menutupi kasus ini. Ini perorangan bukan institusi. Kami mohon maaf atas kejadian ini,” ujarnya di Batam.

Roy menerangkan bahwa oknum TNI itu saat ini telah diproses di Denpom 1/6 Batam. Untuk masyarakat sipil yang terlibat akan diserahkan ke kepolisian.

“Yang terlibat oknum TNI akan diproses di Pom TNI AD. Yang sipil diserahkan ke Kapolres sehingga tidak ada yang ditutupi,” ujarnya.

Roy menyebut dari hasil penyelidikan yang dilakukan, kejadian pengeroyokan bermula dari seorang warga mengaku diganggu di dekat Kawasan Simpang Dam, Sei Beduk. Warga tersebut lalu mengadu ke AP.

“Anggota Kodim ini berinisial AP. Ia mendapatkan laporan dari mitranya warga sipil bawa dia diganggu di sekitar Simpang Dam. Anggota ini sedang berpakaian dinas secara spontan dengan warga menuju wilayah tersebut. Namun saat di tempat orang yang dimaksud tidak ada dan salah sasaran, mereka turun dan serabutan. Akibatnya beberapa warga sipil terkena dan ada satu anggota polres yang tidak berdinas juga kena,” jelas Roy.

Pasca kejadian itu, Roy langsung menugaskan Danramil ke lokasi kejadian. Danramil pun ditugasinya untuk mencegah aksi lanjutan.

“Setelah itu mereka bubar dan kami mendapat informasi ini, Danramil kami perintahkan ke TKP dan laksanakan konsolidasi dan meredam aksi lanjutan.

Roy menilai insiden pengeroyokan itu terjadi karena persoalan salah paham. “Ini kesalahpahaman yang melibatkan anggota TNI AD,” tandasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *