Feature

Warung Kopi Makin Marak di Makam Kembang Kuning Surabaya

×

Warung Kopi Makin Marak di Makam Kembang Kuning Surabaya

Sebarkan artikel ini
KEMBANG KUNING
Suasana rema-remang Kembang Kuning Surabaya. foto. tangkap layar video youtube @wisata traveler

KITAINDONESIASATU.COM – Kuburan indentik dengan suasana seram, apalagi malam hari.

Namun ini tidak berlaku sepenuhnya di area pemakaman Belanda dan Tiobghoa Kembang Kuning, Kota Surabaya.

Meski gelap dan dingin, tetapi makin malam semakin marak warun kopi menggelar daganganya di sana.

Sungguh ramai orang ngopi di warung kopi (warkop) kompleks makam Kembang Kuning, yang masuk wilayah Kecamatan Sawahan, Kota Surabaya.

Kompleks pemakaman Kristen itu menyajikan pemandangan berbeda saat malam hari.

Tiba-tiba warkop bermunculan di pinggir bahkan tengah-tengah kuburan.⁠

Bentukannya hanya ada satu meja, kompor, kopi renteng yang dipajang, mi instan, air mineral, satu lampu putih kecil, dan terpal sebagai atapnya.

Para pengunjung warkop pun bisa santai duduk di atas kijing makam sambil menyeruput cangkir kopi.⁠

“(Berjualan di kompleks makam Kembang Kuning) baru 1 tahun. Buka (mulai) jam 18.00 sampai jam 02.00 WIB,” kata Sri kepada kumparan, Kamis, 24 Oktober 2024.

Wanita asal Kediri ini sudah tinggal di Surabaya selama dua tahun.

Ia hanya mengandalkan jualan kopi di area makam tersebut untuk kehidupan sehari-harinya.⁠

Selama berjualan, Sri mengaku tak pernah merasakan hal-hal aneh seperti penampakan.

“Ya agak takut. (Tapi) enggak pernah digoda makhluk halus,” ungkapnya.⁠

Malah, kata Sri, semakin malam, semakin banyak pembeli yang datang untuk menikmati kopi di tengah makam Kembang Kuning.⁠

Sejarah
Makam Kembang Kuning di Surabaya, yang didirikan pada tahun 1924, merupakan kompleks pemakaman yang awalnya diperuntukkan bagi warga Belanda dan Eropa. Namun kemudian untuk pemakaman Kristen da Tionghoa.

Areal seluas 15 hektar ini menampung berbagai makam, termasuk tokoh penting seperti G.J. Dijkermann dan Cosman Citroen.

Selain itu, area ini juga dikenal karena sejarah prostitusi yang telah ada sejak tahun 1970-an, berhubungan denganK kawasan Dolly di sekitarnya.

Makam ini masih berfungsi hingga kini, meski beberapa bagian kurang terawat.

Tokoh-tokoh penting yang dimakamkan di Kembang Kuning, Surabaya, antara lain:

G.C Christoffel
Arsitek yang terlibat dalam pembangunan beberapa bangunan penting di Surabaya, termasuk Lawang Sewu.

Cosman Citroen
Arsitek Belanda yang terkenal karena desain bangunan-bangunan penting di Hindia Belanda, seperti Lawang Sewu, markas kereta api Belanda (NIS), dan Rumah Sakit Darmo Surabaya.

Lucas Martin Sarkies
Pemilik Hotel Majapahit yang dulunya terkenal dengan Hotel Oranje, tempat peristiwa perobekan bendera yang sangat ikonik.

G.J. Dijkerman
Wakil Wali Kotamadya Surabaya periode 1920–1926, dimakamkan dekat monumen di pusat kompleks makam.

Awak Penerbang Belanda
Empat awak penerbang Belanda yang gugur saat terbang menggunakan pesawat Wall D-26 Dornier, dilabeli dengan mitos bahwa patung pilot diatas makam mereka bisa bergerak sendiri ketika malam.

Tokoh-tokoh penting lainnya:
Martinus Lodewijks Kerdijk adalah sekolah musik di Surabaya.

Everdina Bruring
Perawat yang bekerja di Rumah Sakit Blora dan janda Dr Soetomo.

Godfried Hariowald von Faber, pendiri museum kebudayaan Stedelijk Historisch Museum Soerabaia.

Mbah Karimah, merupakan tokoh penting yang ikut menyebarkan Islam di kawasan Kembang Kuning, nama lengkapnya Mbah Wirasoeroyo, juga dikenal sebagai Ki Bang Kuning.

Makamnya terletak di tengah-tengah pemukiman penduduk, dekat dengan musala. *

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *