Feature

Trik Zaman Dulu Menari di Belanda Gamelan Ditabuh di Solo

×

Trik Zaman Dulu Menari di Belanda Gamelan Ditabuh di Solo

Sebarkan artikel ini
20240924 092211

KITAINDONESIASATU.COM – Gusti Nurul merupakan Putri Solo yang kecantikannya terkenal hingga ke manca negara, wanita kelahiran Solo tahun 1921 itu menjadi primadona di kalangan bangsawan Indonesia.

Bukan hanya berparas cantik, Gusti Nurul juga piawai menari. Majalah Life edisi 25 Januari 1937 yang diterbitkan di Amerika memajang fotonya saat menari di Istana Belanda.

Foto diambil saat Gusti Nurul menari di pernikahan Putri Juliana dan Pangeran Bernard pada 6 Januari 1937. Perempuan Solo yang baru berusia 15 tahun itu menari dengan lemah gemulai di hadapan Ratu Belanda beserta tamu undangan lainnya.

Pada tanggal 11 November 1936 Mangkunegara VII, Gusti Nurul dan rombongan berangkat dari Solo menuju negeri Belanda menumpang kapal laut dari Jakarta.

Setelah sekitar satu bulan penuh perjalanan laut, rombongan raja Solo itu sampai di negeri Belanda.

Seminggu sebelum resepsi pernikahan, sang putri keraton Mangkunegaran diminta mempersembahkan Tari Serimpi dihadapan Ratu Wilhelmina sebagai hadiah pernikahan Putri Juliana dan Pangeran Bernhard.

Tari Serimpi merupakan tarian Jawa klasik yang sudah ada sejak zaman Sultan Agung dari kerajaan Mataram dan dikenal memiliki gerak yang amat halus dan mengandung nilai-nilai simbolis.

Membawa satu set gamelan dari Solo ke Belanda adalah hal yang mustahil pada masa itu, jadi rombongan dari Mangkunegaran tidak membawa gamelan untuk pengiring tarian sang putri Mangkunegara VII kala itu.

Persoalannya, bagaimana saat Gusti Nurul menari harus diiringi gamelan.

Pihak istana kerajaan Belanda tidak menghendaki putri Solo itu batal menari dihadapan ratu Belanda.

Nah solusinya adalah saat itu menggunakan radio. Gamelan ditabuh di Solo, disiarkan menggunakan radio lalu direlai di Netherlands.

Barangkali, itulah pertama kali teknik relai radio pertama Solo- Belanda untuk acara Gusti Nurul menari.

Gusti Nurul tetap menari dengan diiringi gending dari jarak ribuan kilometer, tepatnya iringan gamelan dimainkan dari Pura Mangkunegaran Solo sementara sang putri menari di kerajaan Belanda.

Pada tahun 1937, di sebuah ruangan yang megah di bawah sinar lampu yang benderang, terlihat seorang gadis dengan pakaian Jawa menari dengan luwes dan indah. Tak ada peralatan musik yang terjajar.

Namun sang penari mampu menari walau dengan diiringi oleh musik gamelan pengiring yang diputarkan langsung dari Keraton Solo melalui radio dengan suara terputus-putus.

Ratu Wilhelmina mengundangnya datang ke Belanda untuk memeriahkan acara pernikahan putrinya, Juliana, dengan Pangeran Bernard.

Saat itu sang penari baru berusia 15 tahun. Namun ia tak hanya mahir menari, ia juga seorang penunggang kuda yang hebat dimana kala itu masih tabu atau tak lazim bagi perempuan.

Dan ia juga mahir berenang dan bermain tenis.

Siapakah Gusti Nurul?
Dia adalah seorang putri keraton yang bernama lengkap Gusti Raden Ayu Siti Nurul Kamaril Ngasarati Kusumawardhani.

Ia adalah putri tunggal pasangan Mangkunegara VII dan Gusti Ratu Timur-putri Sultan Hamengku Buwono VII.

Putri keraton ini biasa disapa dengan nama Gusti Nurul, kelahiran 1921.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *