KITAINDONESIA.COM – Jika Anda ingin mendaki Gunung Penanggungan lewat Jalur Bascamp Tamiajeng, Kabupaten Mojokerto, bisa ditempuh dari Surabaya arah Malang, melalui rute Pandaan – Prigen ke arah Trawas, Mojokerto.
Untuk sampai dilokasi tidak ada kendaraan umum, Anda bisa mencarter atau mencari angkutan khusus dari Pandaan agar lebih mudah.
Dari Pandaan sampai di basecamp diperlukan perjalanan sekitar 1 jam mengendarai kendaraan roda empat, akan lebuh cepat jika dengan roda dua.
Mendaki Gunung Penanggungan jalur Tamiajeng, Trawas, memiliki pengalaman yang cukup mengejutkan, khususnya bagi pendaki pemula.
Selama ini banyak orang beranggapan jika Anda pemula sebaiknya latihan mendaki di Gunung Penanggungan lebih dahulu yang memiliki ketinggian 1.653 Mdpl.
Memang selama ini Gunung Penanggungan bukan merupakan gunung yang tinggi di Jawa Timur, yang rata-rata memiliki ketinggian di atas 2.000 Mdpl seperti Gunung Arjuno, Welirang, Lawu hingga Gunung Semeru.
Padahal faktanya tidak demikian, untuk mencapai puncak Gunung Penanggungan diperlukan tenaga yang cukup ekstra kuat jika sampai di Puncak Prawita, pendaki dihadapkan pada rute terjal dan kemeringan yang cukup menguras tenaga.
Jika kita berangkat dari Basecamp Tamiajeng yang memiliki ketinggian sekitar 680 Mdpl berari Anda harus melakukan pendakian sekitar sekitar 973 meter jika diambil garis lurus.
Namun untuk mencapai Puncak Penanggungan Anda harus melewati 5 Pos dari Pos pertama hingga Pos Kawah Bayangan yang merupakan basecamp para pendaki mendirikan tenda sebelum naik kepuncak.
Secara sing dapat dijelaskan jika mendaki Penanggungan dari Pos pertama hingga pos ke-2, Anda belum merasakan melakukan perjalanan dengan tanjakan.
Baru setelah sampai di pos 3 hingga pos jalan tanjanjakan mulai dirasakan dan itu akan terus terjadi hingga Puncak Penanggungan yang naiknya akan lebih ekstrem lagi.
Perjalanan pos 3 ke pos 4 rutenya lebih terjal dibanding dirute sebelumnya, karena rute yang Anda lalui sebagian besar berupa tanah dan diselingi tangga dari batu.
Posisi ketinggian pos 3 Gunung Penanggungan berada di ketinggian sekitar 810 mdpl kemudian setelah kita menyusuri rute hingga pos 4 Anda akan berada di ketinggian 970 mdpl.
Secara umum tanjangan pos 3 ke pos 4 cukup menguras waktu, sehingga banyak para pendaki harus berhenti menghimpit pohon untuk menghela nafas dan menormalkan kembali detak kencang jatung.

Persiapkan air yang cukup untuk naik ke Penanggungan karena dalam perjalanan tidak ada air minum dari sumber mata air, untuk itu Anda harus panda-pandai menghemat air.
Setelah Anda sampai di pos 4, hanya bisa dilihat sebuah gubung sederhana untuk istirahat sebagai penanda, bisa digunakan untuk melonjorkan kaki.
Anda bisa memanfaatkan waktu untuk beristirahat sejenak barang 10-15 menit untuk memulihkan kondisi baru kembali melanjutkan perjalanan.
Setelah sampai di pos 4 bukan berarti Anda akan mendapatkan bunus jalan datar, tidak. Perjalanan akan semakin menguras tenaga dan semakin menanjak, hingga sampai Puncak Bayangan.
Menariknya dari perjalanan pos pertama hingga puncak Gunung Penanggungan, sinyal ponsel Anda masih tetap aman, dan bisa digunakan dengan baik.
Selanjutnya setelah Anda sampai pos 4, perjalanan berat harus kembali Anda lalui, untuk itu Anda perlu bersiap dengan kondisi fisik dan mental yang baik, jika henda naik ke Gunung Penanggungan.
Tanjakan pos 4 ke Puncak Bayangan tidak terlalu jauh, namun rutenya sangat terjal dan rutenya semakin menanjak dari rute yang Anda lalui sebelumnya.
Apalagi ketika Anda sudah mau sampai di Puncak Bayangan, Anda perlu berhati-hati lantaran jalur ini banyak bebatuan, yang sering mengelundung ke bawah selain rutenya yang licin.
Anda harus pintar-pintar memilih jalur pijakan yang tepat dan dan menyiapkan fisik dan mental yang teguh, Anda tidak perlu terlalu bernafsu.
Melangkahlah sesuai kemampuan dan siapkan mental dan kesabaran dalam melakukan perjalanan di ketinggian, yang sudah kitarasakan udara dingin di perjalananan ini.
Jika Anda sudah sampai di Puncak Bayangan, nanti akan merasakan kelegaan yang mendalam dan merasakan udara yang dingin dengan suasana menyenangkan.
Perjalanan dari pos 1 hingga Puncak Bayangan tidak bisa dipastikan berapa jam lamanya, karena ini semua tergantung kemampuan fisik dan mental Anda dalam menyusuri rute yang sulit itu.
Ada pendaki yang bisa menempuh perjalanan 2-3 jam dari pos 1 hingga Puncak Bayangan, namun ada pula yang menempuh perjalanan selama 3-4 jam, itu semua tergantung seberapa cepat Anda melangkah.
Setelah Anda sampai di Puncak Bayangan, para pendaki mendapatkan bonus tanah lapang yang cukup luas, biasanya merupakan basecamp para pendaki untuk mendirikan tenda, sebelum naik ke Puncak Penanggungan.
Dari Puncak Bayangan Anda bisa menyaksikan pemandangan yang indah sepanjang hari, karena bisa menyaksikan keindahan di bawah dengan latar belakang Gunung Arjuno.
Di malam hari bisa menikmati, lampu-lampu warna warni yang indah dari kota-kota yang terlihat dengan jelas dengan hiasan bintang-tintang yang membuat suasana semakin menarik.
Memandang ke arah selatan, tampak Gunung Arjuno-Welirang yang menjulang tinggi dengan gemerlap lampu Kecamatan Trawas di Mojokerto dan Kecamatan Prigen serta Pandaan di Kabupaten Pasuruan.
Di Puncak Bayangan ini biasanya para pendaki melakukan istirahat sebelum melanjutkan perjalanan pendakian yang lebih ekstrem lagi keesukan harinya menuju Puncak Penanggungan.
Istirahat di Puncak Bayangan rasanya sangat diperlukan, apalagi jika Anda pendaki pemula, istirahat sehari bisa memulihkan tenaga untuk kembali naik ke atas Puncak Penanggungan.
Pagi setelah subuh misalnya Anda bisa melakukan kembali perjalanan menuju Puncak penanggungan yang rutenya hanya lurus, namun memiliki kemiringan yang cukup ektrem.
Para pendaki biasanya meninggalkan barang-barang bawaannya di tenda, sehingga akan mengurangi beban berat untuk menyusuri pendakian ke puncak yang ekstrem ini.
Satu hal yang perlu Anda perhatikan barang-barang berharga sebaiknya jangan ditinggalkan di tenda, namun masukkan ke dalam tas kecil bawaan Anda agar lebih aman.
Ada dua rute untuk menuju Puncak Penanggunagn, yakni rute jalur tanah berdebu, jika musim kemarau dan rute terjal bebatuan yang semuanya memiliki plus minusnya.
Anda bisa memilih rute ini, mana yang Anda sukai karena rute ini berdekatan hanya berada di samping dari rute yang paling banyak disukai oleh pendaki.
Rute menuju Puncak Penanggungan merupakan jalur yang paling berat, Anda akan menempuh perjalanan sulit dan melelahkan, yang membutuhkan waktu cukup lama.
Perlu hati-hati dan waspada melintasi di rute ini, karena kerap kali ada batu yang meluncur dari atas nerasal dari kaki pendaki di atasnya yang memancal batu, hingga menggelinding ke bawah. Ini sangat berbaya.
Selama perjalanan menyusuri rute ini Anda dihadapkan pemandangan yang luar biasa indah dengan udara sejuk dan menyenangkan.
Hindari Anda terjadi dalam perjalanan di rute ini, karena bisa berakibat fatal yang bisa menyebabkan Anda cedera, untuk itu Anda harus hati-hati dan waspada.
Sesampai di puncak Penanggungan di sebelah nya terdapat tanah lapang sepertinya merupakan kawah mati yang tepat berada di sisi utara puncak Penanggungan.
Jika Anda sudah puas di puncak Penanggungan Anda bisa mempersiapkan mental dan fisik dengan sebaik-baiknya karena kondisi rute yang curam membuat perjalanan menjadi lama.
Rute dari puncak Penanggungan ke Puncak Bayangan biasanya terasa lebih ringan di banding melakukan perjalanan naik ke atas puncak Penanggungan.
Begitu juga perjalanan dari Puncak Bayangan ke pos 1 di pos Samiajeng juga terasa lebih lecepat, dan tidak terlalu menguras tenaga.
Namun yang menjadi masalah biasanya adalah ujung kaki jempol dan kelingking, jika sepatu Anda tidak tepat akan merasakan sakit.
Risiko yang dihadapi ketika Anda turun dari atas ke bawah adalah terpeleset dan jatuh, karena jalan yang licin karena debu, membuat sepatu kurang mampu menggigit tanah.
Bisa dirasakan rute perjalananan dari puncak ke pos 1 Samiajeng juga akan lebih cepat dibanding perjalanan naik serta tidak terlalu menguras tenaga.
Yang pasti berdasarkan pengalaman jika Anda hendak mendaki Gunung Penanggungan sebaiknya persiapkan fisik yang cukup meskipun ketinggian gunung ini 1.653 mdpl.
Hal lantaran karena rutenya yang terjal curam dan sangat menguras fisik dan dibutuhkan kesiapan mental, selain rawan terjatuh dan menyebabkan cedera.
Karena tidak sedikit para pendaki pemula yang tidak siap mental ketika naik ke atas melalui jalur ini dan tidak sedikit pula para pendaki yang terkilir kakinya. **






