KITAINDONESIASATU.COM – Charlie adalah gajah terakhir di kebun binatang Afrika Selatan telah dilepaskan kembali ke alam liar setelah 40 tahun dipelihara.
Pada usia dua tahun, Charlie ditangkap dari taman nasional Hwange di Zimbabwe untuk melakukan trik-trik di sirkus.
Ia kemudian dipindahkan ke kebun binatang nasional Afrika Selatan, tetapi kelompok-kelompok kesejahteraan hewan menyuarakan keprihatinan atas kesehatannya.
Selama Charlie berada di sana, ia dikatakan telah menyaksikan kematian empat gajah lainnya, termasuk kematian anaknya sendiri.
Lembaga Keanekaragaman Hayati Nasional Afrika Selatan, yang mengelola kebun binatang tersebut, membantah bahwa gajah itu menunjukkan tanda-tanda kesusahan.
“Kami telah bekerja tanpa lelah untuk mengakhiri kesepian Charlie,” kata CEO Four Paws, Josef Pfabigan.
Rumah baru gajah ini adalah cagar alam seluas 10.000 hektar dengan populasi gajah sejenis yang berkembang pesat, demikian BBCNews mewartakan melalui instagram.
Terkait kasus ini Yayasan Konservasi Satwa Liar (FEW) menyerukan dan mendesak kebun binatang lainnya di Afrika Selatan khususnya yang masih memiliki gajah untuk mengikuti jejak kebun binatang Pretoria.
“Negosiasi sedang dilakukan dengan otoritas kota Johannesburg mengenai tiga gajah yang berada di kebun binatang mereka,” tambah Michelle Bickford, Direktur Eksekutif yayasan tersebut, dalam pernyataan kepada antar berita Prancis AFP.
Michelle Bickford menegaskan, “Ilmu pengetahuan menunjukkan bahwa gajah seharusnya tidak berada dalam penangkaran.”
Langkah ini diharapkan dapat memicu perubahan serupa di kebun binatang lainnya demi kesejahteraan satwa. (Dodo Hawe)






