KITAINDONESIASATU.COM – Berdasarkan Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka pengangguran terbuka di Jakarta cukup tinggi, mencapai angka 354.496 orang.
Menanggapi itu, Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Andri Santosa meminta Pemprov untuk segera mengambil langkah capat guna menekan tingginya pengangguran.
Adapun langkah yang diambil seperti, menggandeng perusahan, lembaga, maupun industri yang ada di Jakarta untuk dapat merekrut warga di sekitar domisilinya.
“Kita bersinergi baik di pemerintahan maupun swasta. Itu yang harus kita jembatani untuk bisa menampung orang-orang yang berdomisili di Jakarta,” ujar Andri di gedung DPRD DKI Jakarta, Kamis (17/10).
Ia juga mengatakan, Jakarta memerlukan payung hukum agar perusahaan dan industri dapat memprioritaskan warga Jakarta dalam proses rekrutmen pekerja. “Payung hukum dan instrumennya harus kita bahas lebih lanjut,” kata Andri.
Meskipun begitu, pelatihan juga dibutuhkan agar para pencari kerja memiliki kesempatan yang tinggi untuk bisa diterima perusahaan. Oleh karnanya, ia mendorong Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Energi gencar memberi pelatihan.
“Dinas tenaga kerja menampung untuk pelatihan dan diberikan uji kompetensi berupa sertifikat,” tutur Andri.
Setelah diberikan pelatihan, lanjut Andri, penyaluran tenaga kerja ke perusahaan yang telah bekerjasama dengan Pemprov DKI harus difasilitasi.



