FeatureNews

Bisnis Jangkrik Petarung di Madura, Seekor Bisa Laku 4 Juta

×

Bisnis Jangkrik Petarung di Madura, Seekor Bisa Laku 4 Juta

Sebarkan artikel ini
JANGKRIK
Ilustrasi jangkrik di adu. foto: freepik

KITAINDONESIASATU.COM – Wilayah Tegal dan Madura menjadi pusat jangkrik aduan yang terkenal saat ini. Di Tegal harga jangkrik Genggong aduan bisa sampai Rp100.000/ ekor.

Tetapi lebih gila lagi jangkrik aduan di wilayah Pulau Madura harganya bisa sampai Rp2 – 4 juta, ini informasi yang diperoleh dari dunia maya.

Seperti video Sultan TV yang diunggah oleh akun @sultan ramaeysa, seorang perajin jangkrik aduan di Madura, melatih jangkrik aduan dengan cara melatih berenang hewan itu selama 6 jam sehari.

Selain itu ia juga melatih dengan cara yang unik, dengan cara digantung selama enam jam setiap hari.

Jangkrik aduan dipilih secara khusus, bibit yang bagus bisa dihargai Rp5.000 – 10.000 per ekor, jangkrik ini nantinya yang akan dijadikan jangkrik jawara.

Untuk melatih jangkrik aduan posisi jangkrik ditempatkan pada cup plastik berisi air.

Jangkrik itu terus bergerak selama ditempat dalam cup plastik itu, untuk melatih otot ototnya supaya kuat.

Jika sudah dilatih beberapa hari diuji coba tarung mirip di UFC, dipilih lalu ditentukan kekuatannya.

Perajin jangkrik petarung juga tumbuh subur di Tegal, Pemalang dan seputaran Jateng, Jatim dan Madura.

Jangkrik petarung adalah permainan tradisional yang telah lama digemari di berbagai negara, terutama di Tiongkok dan Indonesia.

Permainan ini melibatkan jangkrik yang dipilih untuk diadu, biasanya dari jenis-jenis jangkrik yang kuat dan gesit seperti Gryllus bimaculatus dan Teleogryllus spp.

Jangkrik telah menjadi perhatian orang Tiongkok sejak 300 SM, dengan lukisan-lukisan jangkrik yang menunjukkan kegemaran masyarakat terhadap suara jangkrik.

Pada era Dinasti Song (960-1278 M), permainan adu jangkrik fisik menjadi populer, dan bahkan ada “menteri jangkrik” yang dijabat oleh Jia Shi Dao.

Permainan ini kemudian dibawa ke Indonesia oleh orang-orang Tionghoa dan menjadi bagian dari kebudayaan lokal.

Untuk bermain adu jangkrik, terdapat beberapa aturan yang harus dipenuhi. Pertama, jangkrik yang diadu harus memiliki ukuran yang sama dan semua anggota tubuhnya harus lengkap.

Jangkrik-jangkrik ini kemudian dipilih untuk diadu, dan para pengadu menyiapkan uang taruhan. Pertempuran antara dua jangkrik biasanya berlangsung singkat, hanya sekitar 1-3 menit.

Untuk membuat jangkrik lebih kuat dan gesit, beberapa tips dapat diterapkan. Jangkrik dapat diberi makanan khusus seperti daun krokot atau singkong.

Untuk menambah kekuatan jangkrik juga dapat digantung untuk meningkatkan aktivitas saraf motoriknya.

Beberapa orang juga menggunakan “doping” untuk meningkatkan kekuatan dan agresivitas jangkrik, meskipun metode ini tidak selalu aman dan etis.

Jangkrik petarung adalah permainan tradisional yang menghibur dan menarik, dengan sejarah yang panjang dan kebudayaan yang kaya.

Permainan ini melibatkan jangkrik yang dipilih untuk diadu, dengan aturan dan tips yang dapat meningkatkan kekuatan dan gesitnya.

Meskipun permainan ini telah lama ada, tetapi masih banyak orang yang menikmati keseruan dan keasyikan adu jangkrik. *

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *