KITAINDONESIASATU.COM – Bermain di kandang sendiri Old trafford Setan Merah gagal mempertahankan kemenangan setelah ditahan imbang West Ham 1-1 di pekan ke-14 Liga Inggris 2025/1026, Jumat (5/12/2025).
Di laga akhir pekan ini, Manchester United mengalami malam yang penuh dengan emosional, namun akhirnya semuanya berakhir dengan penyesalan yang mendalam, karena tidak gagal mepertahankan kemenangan.
Setan merah berhasil mencetak gol dimenit ke-58 melalui tendangan Diogo Dalot, akan tetapi satu-satunya gol tidak bisa dipertahankan oleh Skuad Setan Merah, hingga terjadi gol pembalasan di menit ke-83.
Gol tunggal sebagai pembalasan West Gam tercipta dari Soungoutou Magassa dimenit ke-83, pasca keberhasilan West Ham, Setan Merah tak lagi mampu menggandakan gol mereka menjadi kemenangan.
Hasil imbang 1-1 dengan West Ham bukan hanya hasil yang mengecewakan dari segi poin, akan tetapi juga memperlihatkan kurangnya keberanian Setan Merah di saat-saat yang menentukan, terutama pemborosan peluang yang luar biasa oleh kapten Bruno Fernandes.
Babak pertama berlangsung ketat dengan kedua tim bermain dengan hati-hati.
Manchester United mencoba menguasai bola, tetapi terkecoh oleh pertahanan The Hammers yang terorganisir dengan baik, menyebabkan peluang-peluang datang, tetapi mereka melewati para penyerang tuan rumah.
Sementara West Ham menyesali tembakan berbahaya Jarrod Bowen yang diblok kiper, Manchester United juga berhak mengeluh ketika tembakan Bruno Fernandes melebar di menit ke-30.
Kebuntuan mendominasi babak pertama, menandakan babak kedua yang sulit bagi kedua tim untuk mencetak gol.
Kebuntuan pertandingan baru terpecahkan pada menit ke-58 berkat kecemerlangan Diogo Dalot, pemain yang kerap dikritik.
Bek asal Portugal ini memilih posisi yang tepat untuk menceploskan bola ke gawang setelah situasi yang kacau, membawa tim tuan rumah unggul 1-0.
Gol ini tampaknya menjadi titik tumpu bagi Ruben Amorim dan timnya untuk mengincar kemenangan minimal, atau setidaknya membantu tim bermain lebih lancar di sisa pertandingan.
Namun, skenario kejam itu terulang kembali dengan Manchester United, alih-alih menghabisi lawan, Setan Merah justru kalah dari West Ham di menit-menit akhir.
Kurangnya konsentrasi lini pertahanan menjadi kerugian besar di menit ke-84, Soungoutou Magassa, memanfaatkan ruang kosong di kotak penalti, melepaskan tembakan rendah yang menentukan melewati kiper Senne Lammens, menyamakan kedudukan 1-1.
Absennya Matthijs de Ligt secara mengejutkan karena cedera telah meninggalkan lubang menganga di pertahanan Manchester United.
Gol ini bagaikan seember air dingin yang langsung mengguyur ambisi tim tuan rumah untuk mempertahankan 3 poin.
Namun, tragedi sesungguhnya baru terjadi di babak perpanjangan waktu, di mana nama Bruno Fernandes menjadi pusat kritik.
Saat menit ke-90+2 dan 90+6, gelandang asal Portugal itu mendapat dua peluang emas untuk menjadi pahlawan.
Sayangnya, dalam kedua kesempatan tersebut, dalam posisi yang menguntungkan dan tanpa dijaga ketat, ia secara tak terduga mengirim bola melambung di atas mistar gawang atau melebar.
Peluit akhir berbunyi sebagai penegasan ketidakberdayaan Manchester United.
Dari keunggulan, Setan Merah menyamakan kedudukan dan kemudian membuang peluang emas untuk menebus kesalahan.
Satu poin melawan West Ham memang bukan bencana, tetapi cara Ruben Amorim dan anak asuhnya menelan kekalahan menunjukkan tim ini masih banyak masalah yang mesti dipecahkan, mulai dari konsentrasi di lini pertahanan hingga ketajaman para bintang yang paling dinantikan. **


