Berita Utama

Wali Kota Bekasi Minta Maaf Atas Kasus Obat Kedaluarsa di Puskesmas

×

Wali Kota Bekasi Minta Maaf Atas Kasus Obat Kedaluarsa di Puskesmas

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto. (Joy Andre/KIS)
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto. (Joy Andre/KIS)

KITAINDONESIASATU.COM – Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada masyarakat atas insiden pemberian obat kedaluarsa di salah satu puskesmas di wilayahnya. Permintaan maaf ini disampaikan setelah kasus tersebut viral di media sosial dan menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat.

“Atas nama Pemerintah Kota Bekasi, saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada masyarakat, khususnya kepada keluarga pasien yang terdampak, atas kejadian ini,” ujar Tri Adhianto dikutip Sabtu (15/3/2025). Buntut obat kedaluarsa tersebut, dua anak usia 8 bulan dan 12 bulan mendapat perawatan di rumah sakit.

Tri Adhianto mengakui bahwa insiden ini merupakan kelalaian yang tidak dapat ditoleransi. Ia menegaskan bahwa pemerintah kota akan mengambil tindakan tegas untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali.

“Kami akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pelayanan kesehatan di seluruh puskesmas di Kota Bekasi, termasuk dalam hal pengadaan, penyimpanan, dan distribusi obat-obatan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Tri Adhianto menyatakan bahwa pemerintah kota akan memberikan sanksi tegas kepada petugas kesehatan yang terbukti lalai dalam menjalankan tugasnya. Ia juga memastikan bahwa pasien yang terdampak akan mendapatkan penanganan medis yang memadai.

“Kami akan memberikan sanksi sesuai dengan peraturan yang berlaku kepada petugas yang lalai. Kami juga akan memastikan bahwa pasien yang terdampak mendapatkan penanganan medis yang terbaik,” ujarnya.

Insiden ini bermula ketika seorang pasien mengunggah foto obat kedaluarsa yang diterimanya dari sebuah puskesmas di Bekasi. Unggahan tersebut kemudian viral dan mendapat perhatian luas dari masyarakat.

Tri Adhianto mengapresiasi respons cepat dari masyarakat dan media yang telah membantu mengungkap kasus ini. Ia berharap kejadian ini dapat menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Kota Bekasi. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *