KITAINDONESIASATU.COM – Kabar mengejutkan datang dari dunia aktivisme hak asasi manusia. Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, menjadi korban aksi keji penyiraman air keras oleh orang tak dikenal pada Kasmis (12/3/2026) malam. Insiden ini terjadi secara mendadak dan langsung memicu kecaman luas dari berbagai organisasi masyarakat sipil.
Informasi yang dihimpun, peristiwa tersebut terjadi saat Andrie usai mengikuti acara yang diselenggarakan YLBHI di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat.
Setelah itu, korban pulang naik motor dan melewati kawasan Salemba. Setibanya di Jalan Salemba I, Talang, kendaraan roda dua yang dibawanya dipepet dua pengendara motor. Salah satu di antaranya yang dibonceng mengeluarkan sebuah botol berisi air keras dan menyiramkannya ke Andrie Yunus.
Mendapatkan air keras mengenai tubuhnya, dalam hitungan detik korban kesakitan dan terjatuh dari motornya. Korban berteriak minta tolong hingga didengar warga, sementara pelaku langsung melarikan diri.
Warga kemudian membawa Andrie Yunus ke rumah sakit. Hasil pemeriksaan dokter, Andri Yunus menderita luka bakar 24 persen. Kasusnya kemudian dilaporkan ke Polres Jakarta Pusat.
Koordinator KontraS Dimas Bagus Arya, kepada wartawa, Jumat 13 Maret 2026 menduga kuat bahwa serangan ini memiliki kaitan erat dengan kerja-kerja advokasi HAM yang selama ini dilakukan oleh Andrie Yunus.
Tindakan ini dinilai sebagai bentuk teror nyata terhadap pejuang kemanusiaan dan upaya pembungkaman suara kritis di Indonesia. Ia berharap polisi mengungkap kasus ini termasuk menangkap pelaku penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus. (*)

